Senin, 23 FEBRUARI 2026 • 17:07 WIB

Kim Jong-un Kembali Memimpin: Sorotan pada Ketidakhadiran Putrinya

Author

Kim Jong-un Kembali Memimpin: Sorotan pada Ketidakhadiran Putrinya

Di tengah spekulasi yang menghangat, Kim Jong-un terpilih kembali sebagai Sekretaris Jenderal Partai Buruh Korea dalam Kongres Kesembilan di Pyongyang pada 22 Februari 2026.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Ketidakhadiran putrinya, Kim Ju Ae, dalam acara penting ini menimbulkan pertanyaan tentang kemungkinan perannya di masa depan.

Kongres Kesembilan Partai Buruh Korea

Kongres Kesembilan Partai Buruh Korea berlangsung dengan lebih dari 5.000 delegasi menghadiri acara di Pyongyang. Dalam kesempatan ini, Kim Jong-un kembali meraih posisi sebagai Sekretaris Jenderal, menegaskan kembali kekuasaan dan pengaruhnya.

Menurut media pemerintah Korea Utara, KCNA, kepemimpinan Kim telah memperkuat prestise negara dan memberikan dorongan pada kekuatan militer.

"Di bawah kepemimpinannya, daya tangkal perang negara dengan kekuatan nuklir sebagai porosnya telah meningkat secara radikal," demikian tulis KCNA, menunjukkan stabilitas rezim Kim.

Walaupun pengukuhan ini menegaskan kekuatan Kim, ketidakhadiran Kim Ju Ae menjadi perhatian utama, mengingat sebelumnya ia selalu mendampingi sang ayah di acara penting.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens, Akhiri Pencarian Emiliano Martinez

Spekulasi Mengenai Kim Ju Ae

Absennya Kim Ju Ae di kongres memunculkan berbagai spekulasi akan perannya di masa mendatang. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pemerintah Pyongyang mengenai ketidakhadiran ini.

Analis Korea Utara dari Kyungnam University, Lim Eul-chul, mengatakan bahwa pemilihan kembali Kim menunjukkan semakin kokohnya stabilitas kekuasaan.

"Ini sama saja dengan deklarasi bahwa Kim Jong Un telah mengakhiri ‘mode manajemen krisis’ rezim dan memasuki fase pemerintahan jangka panjang yang stabil dan percaya diri," ungkapnya.

Kongres ini juga memilih anggota baru Komite Sentral tanpa mengungkapkan rincian lebih lanjut mengenai perubahan yang terjadi.

Tindak Lanjut dan Pengawasan Internasional

Kongres ini menjadi fokus perhatian bagi Korea Selatan seiring dengan pengawasan kebijakan domestik dan luar negeri Korea Utara. Meskipun tidak ada pengumuman kebijakan besar, keberhasilan Kim dalam menangani krisis ekonomi tetap menjadi sorotan.

Perubahan internal partai mengundang ketertarikan bagaimana kekuatan politik akan terdistribusi di masa depan. Para pengamat internasional menyebut momen ini krusial untuk memonitor dinamika dalam pemerintahan Korea Utara.

Hasil kongres ini memberikan sinyal penting tentang stabilitas dan arah kepemimpinan Kim Jong-un, sekaligus memberikan petunjuk mengenai kemungkinan perubahan di masa depan.

Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU