Minggu, 22 FEBRUARI 2026 • 15:20 WIB

Bupati Sumba Barat Daya Tanggapi Kisruh Penertiban Pedagang

Author

Bupati Sumba Barat Daya Tanggapi Kisruh Penertiban Pedagang

Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, memberikan klarifikasi terkait viralnya video larangan seorang pedagang sayur berjualan di teras rumahnya. Insiden yang terjadi pada 19 Februari 2026 tersebut menjadi sorotan berbagai kalangan di media sosial.

Baca juga: Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Dalam video itu, pedagang menyatakan bahwa berjualan di area pribadi merupakan haknya. Namun, pemerintah daerah menegaskan bahwa penertiban dilakukan untuk menjaga ketertiban umum dan menyediakan tempat berjualan yang sesuai.

Kronologi Peristiwa dan Penjelasan Satpol PP

Peristiwa ini dimulai saat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melarang seorang pedagang sayur berjualan di teras miliknya. Menurut pihak Satpol PP, langkah ini diambil untuk menegakkan peraturan daerah mengenai ketertiban umum.

Bupati Wulla kemudian melakukan peninjauan ke lokasi dan mengonfirmasi bahwa aktivitas dagang pedagang dilakukan di kios yang berada di bahu jalan, bukan di teras rumahnya. Ia menekankan, "Aktivitas di bahu jalan dapat mengganggu pengguna jalan dan menghambat arus lalu lintas."

Penertiban ini, lanjut Wulla, bertujuan untuk menata ruang publik agar tetap aman dan tertib. Pemerintah daerah berkomitmen untuk menjaga kenyamanan bagi semua pengguna jalan.

Baca juga: Google Respon Terkait Masalah Keamanan Gmail dan Aktivitas Phishing

Pendekatan Persuasif dan Tanggapan Pedagang

Bupati Wulla menjelaskan pentingnya dialog dalam penertiban. "Kalau saya mau menggunakan aturan secara tegas, tentu bisa langsung ditertibkan, tetapi saya memilih berdialog baik-baik dengan pemilik usaha," katanya.

Dari pertemuan ini, pedagang mengakui tidak ada tindakan kekerasan selama proses penertiban. Ia merasa bahwa petugas memberikan penjelasan dengan cara yang baik meskipun video tersebut menciptakan kesalahpahaman.

Pedagang itu juga menyoroti bahwa persepsi orang-orang tentang kejadian dalam video seringkali berbeda dari fakta yang sebenarnya terjadi.

Verifikasi Informasi di Era Media Sosial

Sebagai bagian dari klarifikasi, Bupati mengingatkan masyarakat untuk memverifikasi informasi sebelum percaya atau menyebarkannya di media sosial. Ia mengungkapkan bahwa jika tidak hati-hati, penyebaran informasi yang salah dapat memicu kesalahpahaman di masyarakat.

Di akhir kunjungannya, Bupati Wulla membeli dagangan dari pedagang tersebut sebagai wujud dukungan. Ini juga mencerminkan budaya kasih sayang yang sangat kental di Sumba Barat Daya.

Diharapkan dengan langkah ini, isu penertiban pedagang dapat diselesaikan dengan baik serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mematuhi peraturan yang ada.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Dimulai

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU