Sabtu, 21 FEBRUARI 2026 • 22:35 WIB

Pemerintah Siapkan Berhenti Impor Solar pada 2026

Author

Pemerintah Siapkan Berhenti Impor Solar pada 2026

Pemerintah Indonesia mengumumkan bahwa impor Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar akan dihentikan mulai April 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa semua kebutuhan solar bisa dipenuhi dari dalam negeri.

Baca juga: Mahasiswa Bertemu Pimpinan DPR: Tuntut Investigasi dan Transparansi Tunjangan

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta harus beralih ke pasokan dalam negeri dan tidak lagi diperkenankan mendatangkan solar dari luar.

Pelaksanaan Kebijakan dan Transisi

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa transisi menuju penggunaan solar dalam negeri sangat krusial. Ia menegaskan, "April sudah harus menggunakan solar dalam negeri," menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendukung produksi lokal.

Laode menambahkan bahwa persiapan untuk masa transisi sedang dilakukan agar tidak terjadi gangguan pada pasokan. "Karena pada saat bulan April nanti sudah tidak ada lagi krisis-krisis yang terjadi. Jadi sekarang kita mitigasi solar," ujarnya.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat menciptakan stabilitas dalam pasokan energi nasional. Pelaksanaan kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mencapai kemandirian energi.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat

Kegiatan Produksi dalam Negeri

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan harapannya bahwa peningkatan kapasitas kilang minyak di Balikpapan akan memungkinkan Indonesia untuk sepenuhnya menutup impor BBM. "Insya Allah begitu RDMP Kilang Balikpapan diresmikan pengoperasiannya mulai tahun ini, impor solar dihentikan," jelasnya.

Keputusan ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong kedaulatan energi dengan mengurangi ketergantungan pada impor. Data menunjukkan bahwa kebutuhan solar di Indonesia mencapai 39,8 juta kiloliter per tahun, sehingga sangat penting untuk memperkuat produksi dalam negeri.

Pemerintah optimis bahwa langkah-langkah yang diambil dapat menghasilkan produksi yang memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri.

Kemandirian Energi dan Target Produksi

Program B40 yang sedang berjalan juga diharapkan dapat berkontribusi terhadap pasokan energi nasional. Ini mencakup produksi Fatty Acid Methyl Ester yang mencapai 15,9 juta kiloliter per tahun.

Dari total tersebut, dibutuhkan solar murni B0 sebanyak 23,9 juta kiloliter per tahun yang diharapkan bisa dipenuhi melalui kapasitas produksi dalam negeri. Saat ini, kapasitas produksi nasional telah mencapai 26,5 juta kiloliter per tahun.

Dengan target yang ditetapkan, pemerintah ingin memastikan penghentian impor solar pada pertengahan tahun 2026 untuk kategori produk CN 48 dan CN 51.

Baca juga: Polisi Tangkap Direktur Eksekutif Lokataru Foundation karena Diduga Provokasi Anarkis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU