Sabtu, 21 FEBRUARI 2026 • 20:47 WIB

Tuduhan Rasisme antara Prestianni dan Vinicius: Kontroversi yang Terus Berkembang

Author

Tuduhan Rasisme antara Prestianni dan Vinicius: Kontroversi yang Terus Berkembang

Gianluca Prestianni kini terjerat dalam kontroversi menghebohkan setelah dituduh melakukan tindakan rasis terhadap Vinicius Junior dalam pertandingan Liga Champions. Insiden ini bermula ketika Vinicius mengklaim bahwa Prestianni memanggilnya 'monyet' setelah mencetak gol.

Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Tantang Alcaraz

Sementara itu, Prestianni membantah tuduhan tersebut, menyatakan bahwa dia hanya melakukan olok-olok. Kasus ini memicu perhatian yang luas, dan kini Real Madrid telah melapor ke UEFA untuk meminta penyelidikan.

Kronologi Insiden

Insiden itu terjadi pada 18 Februari 2026, di mana Benfica berhadapan dengan Real Madrid di Liga Champions. Setelah mencetak gol, Vinicius melaporkan bahwa dia dihina secara rasis oleh Prestianni.

Prestianni dituduh menggunakan istilah 'monyet' dalam pelecehan tersebut, meskipun dia langsung membantahnya. Ia mengklaim bahwa kata yang diucapkan sebenarnya adalah 'homo', yang menurutnya tidak memiliki connotasi rasis.

Perdebatan tentang insiden ini semakin meningkat, terutama setelah Real Madrid memutuskan untuk mengajukan laporan resmi kepada UEFA mengenai tindakan yang diduga rasis tersebut.

Baca juga: Kunto Aji Bicarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Masyarakat

Reaksi Publik dan Media

Berita mengenai insiden ini langsung menjadi sorotan di berbagai media olahraga. Banyak analis dan penggemar sepak bola mengecam tindakan ini, mengingat rasisme dalam olahraga adalah isu yang sangat sensitif.

Jose Chilavert, seorang kiper legendaris Paraguay, memberikan tanggapan dengan mengkritik Vinicius dan menyebutnya sebagai provokator. Dalam program La Oral Deportiva, Chilavert mempertanyakan mengapa Vinicius selalu terlibat dalam skandal.

Dia berkomentar, '90 Persen pemain Madrid berkulit hitam, mengapa mereka tidak pernah memiliki masalah dan Vinicius selalu bermasalah dengan semua orang?' Dengan komentar ini, dia menciptakan tuduhan lain terhadap Vinicius sebagai bagian dari masalah yang lebih luas.

Tuduhan dan Pembelaan

Dalam situasi yang kompleks ini, Prestianni terjerat dalam kritik dan pembelaan. Kesulitan untuk membuktikan tuduhan rasisme yang diarahkan kepadanya muncul dari cara komunikasi yang terjadi saat pertandingan, di mana Prestianni berkomunikasi sambil menutup mulutnya.

Vinicius, di sisi lain, berpendapat bahwa dunia sepak bola harus bebas dari tindakan diskriminasi. Ia telah menyatakan pandangannya dalam wawancara sebelumnya dan mengungkapkan pengalaman diskriminatif yang dialaminya dalam bentuk lain.

Chilavert melanjutkan kritiknya, menuduh Vinicius sebagai sosok yang rasis dengan mempertanyakan apakah dia ingin melihat orang kulit putih hidup dalam penderitaan. Pernyataan ini jelas menciptakan kontroversi lebih lanjut mengenai konsistensi sikap dalam menyikapi isu rasisme.

Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU