CEO Meta, Mark Zuckerberg, tampil dalam persidangan di Los Angeles yang membahas dampak negatif media sosial terhadap kesehatan mental anak-anak.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Persidangan ini difokuskan pada klaim bahwa platform seperti Instagram berpotensi menimbulkan kecanduan yang berbahaya bagi generasi muda.
Persidangan Mengenai Kecanduan Media Sosial
Pada 18 Februari, Zuckerberg menghadapi pertanyaan mengenai dampak media sosial dari pengacara penggugat, seorang wanita muda dengan inisial KGM.
KGM mengklaim bahwa sejak menggunakan media sosial pada usia dini, kondisi mentalnya, termasuk depresi dan pikiran bunuh diri, semakin memburuk.
Salah satu fokus utama dalam persidangan ini adalah kecanduan yang dihasilkan oleh penggunaan platform seperti Instagram.
Pengacara penggugat, Mark Lanier, mengemukakan argumen tentang pengaruh negatif dari media sosial terhadap perkembangan mental anak-anak.
Pernyataan dan Bukti di Pengadilan
Zuckerberg memberikan keterangan bahwa, 'Saya masih setuju bahwa bukti ilmiah yang ada belum membuktikan media sosial menyebabkan gangguan kesehatan mental.'
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru, Isu Kebebasan Sipil di Indonesia
Ia pun membahas bagaimana perusahaan seharusnya menangani pengguna yang rentan, dengan menyatakan bahwa, 'Saya pikir perusahaan yang rasional seharusnya berusaha membantu orang-orang yang menggunakan layanannya.'
Dokumen internal terkait kebijakan penggunaan waktu dan verifikasi umur yang disajikan dalam persidangan menimbulkan pertanyaan atas kredibilitas pernyataan Zuckerberg.
Ketersediaan bukti ini menunjukkan adanya keperluan untuk mendalami lebih lanjut kebijakan dan praktik yang diterapkan oleh Meta.
Tanggapan terhadap Kritikan dan Dampak Kebijakan
Zuckerberg mendapat kritik tajam dari berbagai pihak, termasuk advokat anak-anak yang menunjukkan ketidakpuasan terhadap tingkat transparansi dari kesaksiannya.
Josh Golin, direktur eksekutif Fairplay, menilai, 'Dia tidak dapat dipercaya, terutama dalam hal keamanan anak-anak,' sebagai tanggapan terhadap penjelasan Zuckerberg.
Di tengah perdebatan tersebut, Zuckerberg berusaha menjelaskan misi perusahaan untuk menciptakan platform yang bermanfaat, meski banyak bukti menunjukkan pandangan yang berbeda mengenai dampaknya.
Perdebatan ini mencerminkan ketegangan antara tujuan bisnis Meta dan tanggung jawab sosialnya terhadap pengguna muda.
Baca juga: Kampus Unisba dan Unpas Bantah Keberadaan TNI-Polri Selama Kericuhan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: