Presiden Prabowo Subianto menguraikan masalah praktik ilegal yang mengganggu Indonesia dalam acara Gala Iftar Business Summit di Washington DC, Amerika Serikat.
Baca juga: Kunto Aji Menyuarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Harapan Masyarakat
Ia menegaskan komitmen pemerintah terkait penutupan 1.000 tambang ilegal sebagai langkah nyata untuk menegakkan hukum di sektor pertambangan.
Tantangan Ilegal di Indonesia
Prabowo Subianto menjelaskan banyak tantangan yang dihadapi Indonesia, seperti penyelundupan, perdagangan manusia, dan aktivitas ekonomi ilegal.
Ia menggambarkan situasi pertambangan liar, perikanan ilegal, dan penebangan hutan yang masih marak terjadi. 'Kami tahu kami memiliki banyak masalah,' ungkap Prabowo.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Dimulai
Langkah Konkret Penutupan Tambang
Satu langkah tegas pemerintah adalah penutupan 1.000 tambang ilegal yang beroperasi di hutan lindung.
Prabowo menyatakan dengan tegas, 'Saya baru saja menutup 1.000 tambang ilegal.' Ini merupakan bagian dari upaya untuk menjamin kepatuhan terhadap hukum dan peraturan dalam sektor pertambangan.
Mewujudkan Suasana Hukum yang Stabil
Prabowo menambahkan bahwa pemerintah juga telah menyita sekitar 4 juta hektare lahan dari korporasi yang melanggar hukum dan ketentuan perizinan.
Langkah ini penting untuk memastikan tidak ada pihak yang beroperasi di luar area izin yang ditetapkan. 'Kami menegakkan hukum dan berupaya menciptakan suasana kepastian dalam proses hukum,' jelasnya.
Baca juga: Tips Membuat Kamar Kecil Menjadi Nyaman dan Menyenangkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: