Kamis, 19 FEBRUARI 2026 • 13:51 WIB

Peningkatan Curah Hujan di Indonesia: Apa yang Perlu Diketahui?

Author

Peningkatan Curah Hujan di Indonesia: Apa yang Perlu Diketahui?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk bersiap menghadapi peningkatan curah hujan yang diprediksi hingga 21 Februari 2026.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama MLS dari Indonesia

Peningkatan ini terjadi akibat penguatan Monsun Asia yang memicu hujan dengan intensitas dari sedang hingga lebat di berbagai daerah di Indonesia.

Pengaruh Monsun Asia terhadap Cuaca di Indonesia

Monsun Asia membawa aliran angin barat yang meningkatkan pertumbuhan awan konvektif di wilayah Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, dan Sulawesi bagian utara.

"Kombinasi faktor tersebut meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang, lebat, hingga sangat lebat," ujar Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani.

Penguatan Monsun Asia ini disebabkan oleh aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang sedang berlangsung di fase Samudera Hindia.

Gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby juga ikut berkontribusi dalam perubahan pola angin, baik di pesisir selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.

Wilayah yang Berpotensi Mengalami Hujan Lebat

BMKG mengidentifikasi beberapa wilayah yang berisiko tinggi mengalami hujan lebat, seperti Kepulauan Bangka Belitung dan Sumatra Barat.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru, Isu Kebebasan Sipil di Indonesia

Pada hari Kamis (19/2), fokus perhatian juga tertuju pada Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua Pegunungan.

Memasuki tanggal 20-21 Februari, wilayah seperti Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur masih berpotensi menghadapi curah hujan tinggi.

Ini menunjukkan bahwa pengaruh Monsun Asia cukup signifikan bagi pola cuaca di Indonesia, yang perlu diwaspadai oleh masyarakat.

Antisipasi dan Kesiapsiagaan Masyarakat

Plh. Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, menegaskan pentingnya kewaspadaan menghadapi kemungkinan bencana hidrometeorologi.

"Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus memperkuat kesiapsiagaan serta langkah mitigasi sesuai dengan tingkat risiko dan karakteristik kerentanan wilayah masing-masing," ungkapnya.

Masyarakat di daerah rawan bencana juga diingatkan untuk lebih waspada dan menghindari aktivitas di lokasi berisiko, seperti daerah aliran sungai dan lereng rawan longsor.

Kesiapsiagaan ini diharapkan dapat mengurangi dampak negatif yang mungkin timbul akibat cuaca buruk yang diprediksi.

Baca juga: Google Respon Terkait Masalah Keamanan Gmail dan Aktivitas Phishing

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU