Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari tanggal 18 hingga 24 Maret 2026 selama cuti Lebaran.
Baca juga: Kunto Aji Menyuarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Harapan Masyarakat
Untuk memastikan penerima manfaat tetap mendapatkan nutrisi, BGN telah menyiapkan paket bundling yang akan disalurkan lebih awal pada 17 Maret 2026.
Kebijakan Pendistribusian MBG Selama Cuti Lebaran
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa tidak ada penyaluran MBG pada saat cuti Lebaran. Sebagai solusinya, distribusi dilakukan lebih awal dengan makanan sehat kemasan, yang ditujukan untuk menjaga asupan gizi.
“Pendistribusiannya dilakukan pada hari terakhir pendistribusian sebelumnya yaitu pada hari Selasa, 17 Maret 2026,” kata Dadan dalam keterangan resmi.
Setiap paket yang dibagikan mencakup satu paket makanan sehat dan tiga paket bundling makanan untuk konsumsi sehari-hari selama libur Lebaran. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa penerima manfaat tetap mendapatkan asupan yang bergizi meskipun program resmi dihentikan.
Baca juga: Kota-Kota Terbaik untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Detail Paket Bundling dan Aturan Penyimpanan
Paket bundling yang disiapkan BGN merupakan penggabungan paket makanan sehat agar dapat dikonsumsi selama beberapa hari. Setiap makanan dalam paket ini hanya dapat bertahan maksimal tiga hari, sehingga penyimpanan yang tepat sangat penting.
Dadan menjelaskan, “SPPG wajib menyampaikan edukasi singkat mengenai cara penyimpanan dan konsumsi bertahap paket bundling maksimal tiga hari.” Ini bertujuan agar makanan tetap aman dan bergizi bagi sasaran penerima manfaat MBG.
Pendidikan terkait cara penyimpanan dan konsumsi ini diharapkan dapat membantu penerima manfaat menjaga kualitas makanan dan memaksimalkan keuntungan gizi dari paket yang diberikan.
Pelayanan Gizi Nasional untuk Kelompok Rentan
Walaupun MBG dihentikan sementara selama cuti Lebaran, pelayanan kepada kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita berusia 6-59 bulan tetap berlangsung. Ini menunjukkan komitmen BGN dalam menjaga kesehatan masyarakat meskipun dengan keadaan yang terbatas.
BGN juga memastikan bahwa penerima manfaat di wilayah dengan mayoritas penduduk yang tidak menjalankan puasa akan tetap menerima distribusi MBG sesuai jadwal normal. Hal ini penting untuk menjaga pola gizi seimbang bagi mereka.
Selama periode cuti bersama pada 16-17 Februari 2026, penghentian serupa juga dilakukan. Namun, distribusi MBG akan dimulai kembali pada 23 Februari 2026 sesuai rencana.
Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: