BMW baru-baru ini mengumumkan langkah recall secara besar-besaran untuk sekitar 575 ribu unit mobil di seluruh dunia. Ini diakibatkan oleh potensi risiko kebakaran yang terkait dengan masalah pada sistem starter.
Baca juga: Rumor iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Siapakah yang Akan Mengadaptasi eSIM?
Langkah recall ini tidak berdampak pada semua kendaraan dari model terkait, melainkan spesifik berdasarkan nomor identifikasi kendaraan (VIN).
Masalah di Balik Sistem Starter
BMW menemukan kesalahan produksi pada komponen magnetic switch di bagian starter motor. Dalam situasi tertentu, seperti kendaraan yang sering di-start, komponen ini dapat mengalami keausan berlebihan.
Awalnya, masalah ini memberikan sinyal minim, di mana mesin mungkin sulit dinyalakan atau bahkan gagal start. Namun, dalam kasus ekstrem, abrasi logam pada magnetic switch dapat menyebabkan korsleting arus.
Korsleting tersebut dapat berpotensi menciptakan panas di area starter, yang dalam kondisi tertentu dapat memicu kebakaran, baik saat mobil sedang beroperasi maupun tidak.
Baca juga: Kota-Kota Terbaik untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Model Mobil Terdampak dan Jangka Waktu Produksi
Recall ini mencakup berbagai model BMW yang cukup populer, termasuk 2 Series, 3 Series, 4 Series, dan X5. Model Z4 juga terdapat dalam daftar, yang menimbulkan risiko bagi Toyota Supra generasi terbaru karena kesamaan komponen teknis.
Data yang dirilis menunjukkan bahwa komponen starter yang bermasalah diproduksi antara Juli 2020 hingga Juli 2022, meskipun ada kemungkinan komponen tersebut dipasang setelah periode tersebut.
Hal ini mengundang pertanyaan mengenai sistem pemantauan kualitas pada komponen yang sudah beredar di pasaran sebelum recall diumumkan.
Prosedur dan Saran untuk Pemilik Kendaraan
BMW telah mendesak pemilik kendaraan yang terdampak untuk tidak membiarkan mobil dalam keadaan menyala tanpa pengawasan, khususnya setelah menggunakan fitur remote start. Ini merupakan langkah preventif untuk mengurangi risiko kebakaran akibat overheat pada sistem starter.
Selain penggantian komponen starter, dalam beberapa kasus, baterai kendaraan juga dapat diganti jika terdapat indikasi kerusakan akibat panas berlebih. Proses perbaikan ini direncanakan berlangsung selama sekitar dua jam di bengkel resmi BMW.
Pemilik kendaraan disarankan untuk segera memeriksa nomor rangka kendaraan melalui saluran resmi dan mengatur kunjungan ke dealer jika terdeteksi terdampak. Prosedur recall ini bukan sekadar administrasi, namun penting demi keselamatan pengguna.
Baca juga: Manchester United dan Manchester City Mengincar Kiper Baru Menjelang Penutupan Bursa Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: