Rabu, 18 FEBRUARI 2026 • 19:06 WIB

Tantangan dan Peluang Kecerdasan Buatan bagi Perusahaan di Indonesia

Author

Tantangan dan Peluang Kecerdasan Buatan bagi Perusahaan di Indonesia

Minat perusahaan Indonesia terhadap kecerdasan buatan (AI) terus meningkat, namun hanya 19% yang telah siap untuk mengadopsi teknologi ini.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat

Data ini diambil dari laporan Google dan Bain yang menunjukkan bahwa Indonesia termasuk dalam 20 besar negara dengan ketertarikan tinggi terhadap AI.

Kesenjangan Antara Minat dan Kesiapan

Laporan McKinsey yang berjudul 'The state of AI in 2025: Agents, innovation, and transformation' menunjukkan bahwa sekitar 50% perusahaan yang memakai AI menargetkan perubahan besar dalam tiga tahun ke depan.

Perusahaan yang memiliki strategi AI yang jelas, berdasarkan laporan tersebut, mampu meningkatkan performa mereka 3,6 kali lebih baik dibandingkan yang belum beradaptasi dengan teknologi ini.

Namun, kesenjangan antara minat yang tinggi dan kesiapan yang rendah sering menjadi halangan bagi perusahaan untuk memulai adopsi AI. Beberapa tantangan meliputi pemilihan use case yang tepat dan penilaian kesiapan sistem internal mereka.

Peran Konsultan dalam Adopsi AI

Menghadapi tantangan tersebut, commsult, sebuah perusahaan teknologi dari Jerman, berupaya memperluas layanan implementasi AI untuk bisnis di Indonesia.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens, Akhiri Pencarian Emiliano Martinez

"Kami percaya masa depan bisnis Indonesia akan ditentukan oleh bagaimana Indonesia dapat memanfaatkan AI secara strategis," ungkap Yanfa Putra, Head of AI Transformation commsult.

"Di commsult, kami menjadikan AI bukan sekadar konsep, tetapi solusi nyata yang telah diterapkan dalam keseharian," tambahnya.

Dalam konteks penerapan klien commsult di industri hiburan, AI digunakan untuk membandingkan dua versi video, yaitu draft dan final, guna memastikan revisi sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.

Kritik Terhadap Implementasi Teknologi

Pakar keamanan siber Pratama Persadha menyatakan bahwa peran konsultan dan integrator teknologi semakin krusial dalam implementasi AI di Indonesia.

Ia menjelaskan keberhasilan teknologi tidak hanya bergantung pada algoritma yang hebat, tetapi juga pada bagaimana teknologi itu terintegrasi dengan proses bisnis dan budaya kerja yang ada.

"Konsultan kini berperan sebagai orkestrator yang menyatukan strategi, manusia, dan sistem dalam satu keselarasan digital yang efektif," ujarnya.

Baca juga: Rumor iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Siapakah yang Akan Mengadaptasi eSIM?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU