Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis data yang menarik mengenai rata-rata upah buruh di Indonesia pada November 2025. Dengan rata-rata nasional mencapai Rp 3,33 juta, angka ini memperlihatkan disparitas yang signifikan antara gaji pekerja berdasarkan tingkat pendidikan.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Laporan yang diambil dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) menunjukkan bahwa pekerja lulusan SD hanya memperoleh Rp 2,2 juta, berbeda jauh dengan pekerja berpendidikan tinggi yang bisa meraih hingga Rp 4,6 juta.
Rata-rata Gaji Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Laporan BPS menunjukkan bahwa pekerja dengan pendidikan Diploma IV hingga Strata III memiliki rata-rata gaji sebesar Rp 4,63 juta per bulan. Sedangkan untuk pekerja berpendidikan Diploma I, II, dan III, rata-rata gaji mereka mencapai Rp 4,53 juta.
Sekitar 13,01% dari keseluruhan penduduk yang bekerja telah menyelesaikan pendidikan tinggi, termasuk mereka dengan gelar dari Diploma I hingga Strata III. Ini menunjukkan bahwa meskipun jumlahnya kecil, pekerja berpendidikan tinggi memiliki dampak pada perekonomian.
Sementara itu, pekerja dengan latar belakang pendidikan SMA atau SMK menerima gaji yang lebih rendah, berkisar antara Rp 3,2 juta hingga Rp 3,4 juta per bulan. Hal ini mencerminkan adanya kesenjangan antara pendidikan dan remunerasi yang diterima.
Baca juga: Olah TKP Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni, Polisi Kembalikan Beberapa Barang
Gaji Pekerja Lulusan SD dan SMP
Gaji untuk lulusan SMP hanya sekitar Rp 2,5 juta per bulan, sedangkan lulusan SD meraih gaji rata-rata Rp 2,2 juta. Data ini menunjukkan adanya jurang yang signifikan dalam tingkat penghasilan berdasarkan pendidikan.
Kondisi ini mencerminkan tantangan ekonomi yang makin besar bagi mereka yang memiliki pendidikan rendah. Kesenjangan dalam penghasilan ini berpotensi menghambat mobilitas sosial individu yang kurang terdidik.
Dengan penghasilan yang minim, penting bagi pemerintah dan lembaga terkait untuk meningkatkan akses pendidikan guna mengatasi masalah ini.
Statistik Angkatan Kerja di Indonesia
Berdasarkan data BPS, pada November 2025, terdapat 147,91 juta orang yang aktif bekerja dari total 155,27 juta angkatan kerja yang ada. Pekerja yang aktif mengalami peningkatan sebanyak 1,371 juta orang dibandingkan Agustus 2025.
Dari total ini, sekitar 100,497 juta orang menjalani pekerjaan penuh waktu, naik 1,85 juta orang, namun jumlah pekerja paruh waktu justru menurun menjadi 35,858 juta orang.
Dilaporkan juga bahwa jumlah setengah pengangguran mencapai 11,558 juta orang, yang menunjukkan penurunan sebesar 0,042 juta orang. Data ini memberikan gambaran yang jelas mengenai dinamika pasar kerja di Indonesia saat ini.
Baca juga: Rumor iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Siapakah yang Akan Mengadaptasi eSIM?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: