Perayaan Tahun Baru Imlek menjadi momen yang penuh makna bagi masyarakat keturunan Tionghoa, terutama di Indonesia. Salah satu hidangan andalan yang selalu ada di meja saat perayaan ini adalah ikan bandeng.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025
Ikan bandeng bukan sekadar makanan, melainkan representasi harapan akan rezeki melimpah di tahun yang baru. Dengan simbolisme mendalam, bandeng membawa makna keberuntungan bagi keluarga yang merayakan.
Kehadiran Ikan Bandeng di Meja Makan
Ikan bandeng dikenal luas di Indonesia dan mudah dijumpai, sehingga menjadi pilihan favorit saat merayakan momen istimewa. Bagi komunitas Tionghoa, bandeng adalah hidangan wajib selama Imlek.
Alwi Shahab menjelaskan bahwa masyarakat Tionghoa Betawi sering membeli bandeng dan kue khas di pasar malam seperti Glodok dan Pancoran. Bandeng ini sering disantap bersama keluarga atau di bagikan kepada tetangga sebagai ungkapan kebaikan.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer Liga Inggris
Simbolisme Ikan dalam Tradisi Tionghoa
Kata 'ikan' dalam bahasa Mandarin, 'Yú', memiliki suara yang mirip dengan arti kata surplus. Hal ini membuat ikan menjadi bagian esensial dari menu Tahun Baru Imlek, yang diharapkan dapat membawa berkah yang berlimpah.
Presence dari ikan di meja dianggap sebagai simbol harapan akan rezeki yang melimpah di tahun yang akan datang. Kepercayaan ini telah menjadi tradisi yang turun temurun di kalangan masyarakat Tionghoa.
Ikan Bandeng dalam Sejarah dan Sosial
Di masa kolonial, ikan bandeng juga berfungsi sebagai alat sosial. Masyarakat sering memberikan bandeng kepada orang Belanda sebagai bentuk penghormatan, untuk memperlancar bisnis.
Tradisi ini berlanjut hingga saat ini, di mana bandeng sering dijadikan hadiah untuk menjalin hubungan baik dan meninggikan status sosial. Hal ini mencerminkan sejarah yang berkelanjutan dalam penggunaan ikan bandeng selama perayaan Imlek.
Baca juga: Alexander Isak Bergabung dengan Liverpool: Transfer Mengejutkan di Bursa Musim Panas
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: