Western Digital mengumumkan bahwa stok hard drive untuk tahun 2026 telah habis terjual secara keseluruhan. CEO Irving Tan mengungkapkan hal ini dalam panggilan earnings kuartal kedua 2026, menandakan tingginya permintaan dari sektor industri.
Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024
Perusahaan telah menerima pesanan dari tujuh pelanggan utama dan menandatangani kontrak jangka panjang, menunjukkan peningkatan kebutuhan untuk infrastruktur penyimpanan seiring berkembangnya teknologi AI.
Permintaan dan Stok HDD
Irving Tan, CEO Western Digital, menyatakan, "Kami pada dasarnya sudah sold out untuk kalender 2026." Dua pelanggan telah menandatangani kesepakatan untuk tahun 2027, dan ada satu pelanggan yang mengamankan volume hingga 2028.
Kontrak jangka panjang yang ditandatangani menjelaskan kombinasi volume penyimpanan dalam satuan exabyte dan harga, merujuk pada tingginya permintaan dari sektor data center.
Hard drive kembali muncul sebagai komponen vital dalam infrastruktur penyimpanan, terutama ketika harga SSD melambung hingga lebih dari 16 kali lipat dibandingkan HDD untuk kapasitas yang sama.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat
Dominasi Bisnis Cloud
Western Digital mengungkap bahwa sektor cloud kini menjadi pilar utama pendapatan mereka, dengan 89% berasal dari segmen ini. VP Investor Relations, Ambrish Srivastava, menekankan bahwa kontribusi dari bisnis konsumen hanya sekitar 5%.
Kondisi ini mencerminkan pergeseran fokus perusahaan menuju klien enterprise dalam beberapa tahun terakhir. Tren ini juga sejalan dengan industri chip memori yang lebih mengutamakan produksi untuk kebutuhan hyperscaler dan AI.
Akibatnya, permintaan HDD semakin meningkat dalam konteks perkembangan AI yang cepat.
Dampak pada Konsumen
Tingginya permintaan untuk pembangunan infrastruktur AI telah menyebabkan kelangkaan komponen HDD. Beberapa model hard drive mengalami kenaikan harga signifikan, dengan rata-rata lonjakan mencapai 46% sejak September 2025.
Kondisi ini mencemaskan konsumen, meskipun SSD lebih dominan dalam perangkat modern, HDD masih tetap digunakan untuk NAS dan penyimpanan jangka panjang.
Kelangkaan hardware PC menjadi semakin meluas, dan bersama hard drive yang kini menjadi komponen yang terkena dampak dalam perlombaan AI global, perhatian lebih dari industri diperlukan.
Baca juga: Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil: Nikmati Momen Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: