Selasa, 17 FEBRUARI 2026 • 13:47 WIB

Inovasi Nyamuk Wolbachia di Singapura: Penanggulangan DBD Efektif Hingga 70%

Author

Inovasi Nyamuk Wolbachia di Singapura: Penanggulangan DBD Efektif Hingga 70%

Sebuah eksperimen di Singapura telah menghasilkan penurunan signifikan dalam kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui pelepasan nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi bakteri Wolbachia. Studi ini menunjukkan bahwa metode berbasis Wolbachia mampu mengurangi risiko infeksi hingga 70 persen.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kritikan Mengalir dari Komnas HAM dan DPR

Dikenal dengan nama Project Wolbachia-Singapore, inisiatif ini melibatkan distribusi nyamuk jantan ber-Wolbachia di kawasan padat penduduk untuk mengendalikan populasi nyamuk liar, membawa harapan baru dalam pembenahan masalah kesehatan masyarakat.

Metode 'Serangga Mandul' untuk Pengendalian Nyamuk

Proyek ini dijadwalkan berlangsung dari pertengahan 2022 hingga akhir 2024, membagi 15 kawasan perumahan di Singapura menjadi dua kelompok. Delapan wilayah diintervensi dengan pelepasan nyamuk jantan ber-Wolbachia dua kali seminggu, sementara tujuh wilayah lainnya dipertahankan sebagai kelompok kontrol.

Strategi pengendalian ini menerapkan prinsip kerja unik. Pertama, nyamuk jantan yang dilepaskan tidak menggigit, sehingga tidak ada risiko terkait penyebaran virus. Kedua, ketika nyamuk jantan tersebut kawin dengan betina liar, kemungkinan telur yang dihasilkan tidak menetas, berkontribusi pada penurunan jumlah populasi nyamuk secara signifikan.

Baca juga: Transfer Mengejutkan: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool

Efektivitas di Lapangan: Penurunan Signifikan Populasi Nyamuk

Data dari penelitian menunjukkan hasil positif yang mengejutkan. Di wilayah target, populasi nyamuk betina liar mengalami penurunan hingga sekitar 77 persen, memengaruhi angka penularan penyakit di area tersebut.

Setelah enam bulan penerapan, hanya 6 persen penduduk di area intervensi yang terdiagnosis positif DBD, jauh lebih rendah dibandingkan dengan 21 persen di kelompok kontrol. Laporan penelitian menegaskan, 'Secara keseluruhan, paparan nyamuk pembawa Wolbachia memangkas risiko dengue sekitar 71 hingga 72 persen dalam periode tiga hingga 12 bulan.'

Solusi Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan

Berbeda dengan metode pengendalian tradisional seperti fogging, teknologi berbasis Wolbachia menawarkan alternatif yang lebih berkelanjutan dan aman. Metode konvensional sering kali dianggap memiliki risiko kesehatan bagi manusia dan lingkungan.

Bakteri Wolbachia secara alami menghambat replikasi virus dengue dalam tubuh nyamuk, menjadikan mereka lebih sulit menularkan penyakit. Para peneliti menduga pendekatan ini dapat berfungsi sebagai pelengkap metode kontrol tradisional dan vaksin dalam memerangi ancaman DBD serta penyakit-penyakit lain yang dibawa oleh nyamuk Aedes.

Baca juga: Tips Membuat Kamar Kecil Menjadi Nyaman dan Menyenangkan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU