Kantor kejaksaan Paris baru saja mengumumkan pembentukan tim khusus untuk menyelidiki bukti yang mungkin menyangkut warga negara Prancis dalam kasus kejahatan yang dilakukan oleh Jeffrey Epstein, terpidana kasus pelecehan seksual anak.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Sehari Sebelum Aksi
Tim ini diharapkan dapat berkolaborasi dengan jaksa dari unit kejahatan keuangan dan kepolisian untuk mengumpulkan informasi yang relevan dalam proses penyelidikan.
Pembentukan Tim Khusus untuk Penyelidikan
Tim khusus ini hadir untuk mendalami informasi dan bukti yang dapat memperkuat penyelidikan baru sehubungan dengan kasus Epstein. Dalam pernyataan resminya, kantor kejaksaan menegaskan, 'Kami ingin mengekstrak setiap bagian yang dapat dimanfaatkan kembali dalam kerangka penyelidikan baru.'
Tim tersebut akan berkerjasama dengan kepolisian dan jaksa dari unit kejahatan keuangan nasional untuk menelusuri aspek hukum yang terkait dengan dugaan kejahatan ini.
Baca juga: Transfer Mengejutkan: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool
Kasus Jean-Luc Brunel yang Diperiksa Ulang
Kasus Jean-Luc Brunel mendapat perhatian khusus dari tim. Brunel, seorang eksekutif agen model dan rekan dekat Epstein, meninggal di dalam selnya pada tahun 2022 setelah dituduh melakukan pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.
Jaksa menyatakan, 'Brunel diduga telah memperkosa, menyerang, dan melecehkan sejumlah korban baik di dalam maupun luar negeri,' termasuk di AS dan Prancis. Penyidikan terhadap Brunel terpaksa dihentikan setelah kematiannya tanpa adanya dakwaan lebih lanjut.
Penyelidikan Sejumlah Tokoh Publik Prancis
Kantor kejaksaan Paris kini tengah menyelidiki keterlibatan diplomat senior Fabrice Aidan dan mengonfirmasi bahwa, 'sebuah penyelidikan sedang berlangsung untuk mengumpulkan berbagai bukti yang dapat memperkuat laporan ini.'
Kasus lain yang juga menarik perhatian adalah pengaduan seorang perempuan asal Swedia terhadap Daniel Siad, seorang perekrut model, terkait tuduhan pemerkosaan di Prancis pada tahun 1990. Kasus serupa juga diajukan terhadap dirigen Frederic Chaslin yang diduga melakukan pelecehan seksual.
Baca juga: Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil: Nikmati Momen Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: