Kebiasaan mengonsumsi gula secara berlebihan dapat mengakibatkan beragam masalah kesehatan yang serius, seperti diabetes dan penyakit jantung.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Tantang Alcaraz
Kelebihan gula dalam tubuh dapat memicu peradangan kronis dan komplikasi sistemik yang berbahaya.
Dampak Gula pada Tubuh
Ketika gula dikonsumsi melebihi batas normal, tubuh akan menyimpan cadangan energi yang dapat dialihkan menjadi lemak. Proses ini bisa membuat pankreas mengalami kelelahan karena berfungsi memproduksi insulin.
Dr. Yislam Aljaidi menjelaskan, 'Nanti, reseptor tubuh itu seolah-olah kegagalan si insulinnya meregulasi gulanya.' Ketika kadar gula darah tetap tinggi dalam waktu lama, risiko peradangan aktif akan meningkat.
Kondisi peradangan yang terus-menerus ini dapat menyebabkan masalah pada pembuluh darah, yang tidak hanya berdampak pada jantung tetapi juga mempengaruhi organ-organ lain.
Baca juga: Polisi Tangkap ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Risiko Kesehatan Akibat Peradangan
Dr. Yislam menekankan bahwa, 'Gula sering bikin gagal ginjal karena peradangannya di pembuluh darah ginjal.' Ini menunjukkan bahwa dampak dari konsumsi gula berlebihan bisa sangat serius.
Peningkatan risiko penyakit mematikan, seperti stroke dan serangan jantung, dapat muncul, tergantung pada organ yang paling terpengaruh. Contohnya, peradangan pada pembuluh darah otak bisa berujung pada stroke, sementara jantung bisa terkena serangan jantung.
Peradangan ini bersifat sistemik, artinya dapat menyerang berbagai organ dalam tubuh sekaligus, sehingga menjadi ancaman signifikan bagi kesehatan.
Pentingnya Pilihan Makanan Sehat
Untuk mencegah dampak buruk dari konsumsi gula, sangat penting bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih makanan dan minuman manis. Dr. Yislam menyarankan, 'Coba di supermarket, minumannya itu kandungan gulanya ada yang 50 gram, 60 gram.'
Membaca informasi nilai gizi pada produk sebelum membeli sangat dianjurkan. Dengan mengawasi jumlah asupan gula dari makanan kemasan, kita bisa mencegah efek merugikan.
Dengan memilih produk berkualitas dan membatasi asupan gula, diharapkan masyarakat dapat menjaga kesehatan yang lebih baik dan mengurangi potensi komplikasi.
Baca juga: Transfer Mengejutkan: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: