Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Banyak mitos berkembang di masyarakat, salah satunya tentang minum air dingin sebagai solusi mengatasi masalah jantung.
Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae Terkait Kematian Pengemudi Ojol
Namun, para ahli menekankan bahwa keyakinan ini salah dan lebih banyak dipengaruhi oleh pengelolaan faktor risiko yang tepat. Hal ini penting untuk diketahui agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan.
Mitos Minum Air Dingin
Di tengah meningkatnya angka kematian akibat penyakit jantung, banyak orang masih mempercayai mitos yang tidak berdasar. Salah satu contohnya adalah keyakinan bahwa minum air dingin bisa membantu mengatasi gangguan jantung.
Dr. Yislam Aljaidi, seorang spesialis di bidang jantung dan pembuluh darah, menjelaskan bahwa tidak ada hubungan antara konsumsi air dingin dan risiko penyakit jantung. Beliau menekankan bahwa pengendalian faktor-faktor seperti tekanan darah dan kadar kolesterol jauh lebih penting.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens, Akhiri Pencarian Emiliano Martinez
Faktor Risiko yang Dominan
Dalam penjelasannya, Dr. Yislam mengungkapkan bahwa penyakit jantung koroner disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah yang tidak ada hubungannya dengan jenis air yang diminum. Ia menyatakan, 'Yang berpengaruh adalah gimana kita turunin tekanan darahnya, gimana caranya kita turunin gulanya, gimana kita turunin kolesterolnya.'
Ini menunjukkan pentingnya fokus pada pengelolaan faktor risiko kesehatan ketimbang percaya pada mitos-mitos tanpa dasar ilmiah.
Perubahan Gaya Hidup Setelah Penanganan
Dr. Yislam menekankan pentingnya gaya hidup sehat setelah menjalani prosedur medis, seperti kateterisasi. Jika sumbatan di jantung sudah mencapai 80 persen, pasien perlu berkomitmen untuk mengubah perilaku mereka.
Ia memperingatkan bahwa meskipun pasien sudah mendapatkan tindakan medis, pola hidup yang buruk, seperti begadang atau merokok, akan meningkatkan risiko terjadinya sumbatan kembali. 'Sebab, mau dipasang ring bagus sekali pun, kalau habis itu nggak dijaga (pola hidup), malah risiko untuk tersumbat lagi lebih tinggi,' ungkapnya.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer Liga Inggris
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: