Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan bahwa hilirisasi tiga komoditas utama Indonesia memiliki potensi menghasilkan hingga Rp20.000 triliun. Hal ini setara dengan tujuh tahun anggaran APBN negara, menciptakan harapan baru bagi ekonomi nasional.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Tantang Alcaraz
Dalam acara Sidang Dewan Pleno HIPMI 2026, Amran berujar bahwa keberanian untuk mengolah sumber daya alam menjadi kunci masa depan ekonomi Indonesia. 'Ini bukan mimpi. Ini soal kita mau atau tidak,' tegasnya.
Menggali Potensi Kelapa
Indonesia adalah negara penghasil kelapa terbesar di dunia. Namun, nilai tambah dari kelapa masih tergolong rendah, dengan harga saat ini tercatat Rp1.350 per buah.
Amran menambahkan bahwa dengan hilirisasi, seperti pengolahan menjadi coconut milk atau coconut water, nilai kelapa bisa meloncat hingga seratus kali lipat. 'Ekspor kita Rp24 triliun, kalau diolah bisa jadi Rp2.400 triliun, bahkan Rp5.000 triliun,' ungkapnya.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama MLS dari Indonesia
Optimisme terhadap Gambir
Komoditas gambir juga tak kalah menarik, dengan 80 persen produksinya dikuasai oleh Indonesia. Amran mengungkapkan keprihatinannya mengenai fakta bahwa gambir yang diekspor sering kali diolah di luar negeri sebelum dijual kembali.
Ia berpendapat bahwa jika pengolahan dilakukan di dalam negeri, potensi nilai tambah gambir bisa mencapai Rp5.000 triliun. 'Kita mau berubah atau tidak?' tanyanya, mendesak agar langkah hilirisasi segera diambil.
Strategi untuk CPO
Mengenai CPO, Indonesia kini menguasai antara 60 hingga 70 persen pasar dunia. Amran menjelaskan bahwa ada dua strategi untuk mengoptimalkan nilai CPO: jika harga rendah, bisa digunakan sebagai biofuel, dan jika tinggi, bisa diekspor.
Dilansir Amran, saat ini nilai tambah CPO berkisar Rp549 triliun. Namun, jika hilirisasi dilakukan secara maksimal, angka tersebut bisa meloncat hingga Rp1.500 triliun, bahkan Rp5.000 triliun.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer Liga Inggris
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: