Saat perayaan Imlek, warna merah mendominasi dekorasi dan pilihan pakaian. Ini bukan tanpa alasan, karena terdapat latar belakang budaya yang kuat di balik popularitas warna tersebut.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Memperkuat Timnas
Dalam tradisi Tionghoa, warna merah melambangkan keberuntungan dan kebahagiaan, serta dipercaya dapat mengusir roh jahat dan mendatangkan rejeki.
Asal Usul Makna Warna Merah
Sejak zaman kuno, warna merah telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi Tionghoa. Dikenal memiliki kekuatan magis, merah dipercaya mampu melindungi individu dari keburukan.
Ketika Imlek tiba, berbagai ornamen merah seperti lampion dan angpao menghiasi rumah-rumah sebagai simbol harapan untuk tahun yang penuh berkah. Perayaan ini dapat dilihat dengan jelas di berbagai kota besar di Indonesia yang merayakannya dengan meriah.
Dalam kepercayaan warga Tionghoa, merah adalah warna favorit para dewa. Diharapkan dengan kehadiran warna ini dalam perayaan, akan ada berkah melimpah yang datang dari dewa-dewa.
Baca juga: Kampus Unisba dan Unpas Bantah Keberadaan TNI-Polri Selama Kericuhan
Merah sebagai Simbol Keberuntungan
Salah satu tradisi paling khas saat Imlek adalah pemberian angpao berwarna merah. Biasanya, uang dimasukkan ke dalam angpao tersebut, melambangkan harapan untuk rezeki yang berlimpah di tahun baru.
Merah juga sering diasosiasikan dengan semangat perayaan dan kesenangan. Pada saat Tahun Baru, banyak orang yang mengenakan pakaian merah sebagai langkah positif dalam menyambut kedatangan tahun baru.
Di kota-kota seperti Jakarta dan Medan, perayaan Imlek diramaikan dengan pertunjukan yang menjadikan warna merah sebagai tema utama, menambah kegembiraan dalam suasana perayaan.
Dampak Sosial dan Ekonomi dari Budaya Warna Merah
Popularitas warna merah tidak hanya melekat pada tradisi saja, tetapi juga mempengaruhi sektor ekonomi. Penjualan baju dan aksesori berwarna merah meningkat pesat menjelang Imlek.
Event-event yang berkait dengan Imlek seringkali menggunakan warna merah baik dalam promosi maupun atmosfer, menarik perhatian masyarakat untuk merayakan festival tersebut.
Lebih dari sekadar simbol keberuntungan, merah juga menjadi lambang persatuan antar etnis di Indonesia, terutama dalam merayakan keragaman budaya di masyarakat yang sangat beragam.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa bagi Polisi yang Terluka
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: