Minggu, 15 FEBRUARI 2026 • 07:49 WIB

Daryono Mundur: Direktur Gempa dan Tsunami BMKG Pensiun Dini Karena Masalah Kesehatan

Author

Daryono Mundur: Direktur Gempa dan Tsunami BMKG Pensiun Dini Karena Masalah Kesehatan

Daryono, Direktur Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), resmi mengajukan pensiun dini akibat masalah kesehatan. Keputusan ini disampaikan setelah pengajuan resmi kepada pimpinan BMKG pada Jumat malam lalu.

Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae Terkait Kematian Pengemudi Ojol

Melalui grup komunikasi media kebencanaan di Jakarta, Daryono mengungkapkan bahwa ia tengah menjalani perawatan medis untuk penyakit mata yang dikenal sebagai distrofi kornea.

Alasan di Balik Pengunduran Diri

Daryono memutuskan untuk mundur setelah berstatus sebagai pegawai BMKG hingga 1 Mei 2026. Ia meminta agar media tidak mencantumkan afiliasinya dalam pemberitaan sebagai Direktur Gempa Bumi dan Tsunami.

Menurut Daryono, masalah kesehatan yang mengganggu menjadi faktor utama keputusannya untuk pensiun. Ia mengidap distrofi kornea yang mengharuskannya untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Baca juga: Prabowo Subianto Jadi Kontroversi dalam Kunjungan ke China

Komitmen Terhadap Edukasi Publik

Meskipun mantan direktur, Daryono menunjukkan dedikasi untuk terus berperan dalam edukasi mengenai kebencanaan di Indonesia. Ia menekankan pentingnya tanggung jawab moral dan keilmuan di negara yang rentan terhadap bencana.

Dalam keterangannya, Daryono menyatakan, "Insya Allah, hingga nantinya saya memiliki afiliasi institusi yang baru dan kredibel, saya akan tetap konsisten berkontribusi sebagai ahli dan edukator publik di bidang kebencanaan, dengan tetap menjunjung tinggi objektivitas ilmiah, integritas, dan kepentingan keselamatan masyarakat."

Riwayat Karir Daryono di BMKG

Daryono lahir pada 21 Februari 1971 di Semarang, dengan pendidikan yang kuat di bidang meteorologi dan geofisika. Ia merupakan lulusan Akademi Meteorologi dan Geofisika (AMG) angkatan 1993 dan meraih gelar sarjana dari Universitas Indonesia pada tahun 2000.

Karier Daryono di BMKG dimulai sebagai staf teknis di Balai Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (MKG) Wilayah III Denpasar. Dari situ, ia aktif sebagai peneliti geofisika dan menduduki berbagai posisi strategis sebelum diangkat menjadi Direktur Gempa Bumi dan Tsunami pada tahun 2022.

Baca juga: Manchester United dan Manchester City Mengincar Kiper Baru Menjelang Penutupan Bursa Transfer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU