Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, baru-baru ini mengambil langkah berani dengan menutup beberapa aktivitas pertambangan granit di wilayahnya. Keputusan ini diambil untuk menciptakan sistem pertambangan yang lebih berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Tantang Alcaraz
Setelah menerima panggilan dari Kementerian Perindustrian, Dedi mengungkapkan bahwa tindakan ini bertujuan untuk memperbaiki ekosistem pertambangan yang selama ini dianggap merugikan. Ia berharap dapat mengubah wajah pertambangan di Jawa Barat demi kesejahteraan masyarakat.
Kondisi Pertambangan di Jawa Barat
Dedi Mulyadi menilai bahwa ekosistem pertambangan di Jawa Barat masih sangat memprihatinkan. Banyak aktivitas pertambangan yang merusak infrastruktur jalan dan tidak memberikan perlindungan yang memadai bagi pekerja.
"Yang terjadi hari ini adalah buka tambang sembarangan, tonase mobil melebihi kapasitas, asuransinya tidak dibayar, pajaknya ngemplang, reklamasi tidak dilakukan," ungkapnya. Kondisi ini bukan hanya mengancam keselamatan pekerja, tetapi juga mengakibatkan kerusakan lingkungan yang parah.
Bencana yang kerap terjadi pun semakin memperburuk keadaan masyarakat. "Rakyat semakin miskin," tambah Dedi, menekankan bahwa harus ada perubahan dalam cara pertambangan dijalankan.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025
Reformasi Pajak dan Manfaat untuk Desa
Sebagai bagian dari rencana pembenahan, Dedi Mulyadi mengusulkan untuk mewajibkan pajak tambang hingga 60 persen. Dana ini diharapkan dialokasikan untuk pembangunan desa-desa penghasil granit.
"Saya mau bangun ekosistem yang baik, pajak tambang harus bener," tegasnya. Dengan pengelolaan yang tepat, hasil tambang bisa mendukung kemajuan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat desa.
Dedi menambahkan harapan agar pengusaha tambang tidak hanya fokus pada eksploitasi hasil alam, tetapi juga mempertimbangkan dampak jangka panjang. Ia menginginkan agar hasil pajak benar-benar digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup warga.
Standar Lingkungan dan Manajemen Limbah
Dedi juga menekankan pentingnya manajemen limbah dan penataan lingkungan yang baik. Ini untuk mengurangi risiko bencana yang bisa terjadi akibat aktivitas pertambangan.
"Infrastruktur jalannya harus dibangun berdasarkan kebutuhan tonase mobil, mitigasi bencana harus dilakukan dengan baik," katanya. Penting untuk mencapai standar yang ditetapkan agar kesan yang ditimbulkan positif bagi masyarakat.
Melalui langkah-langkah ini, Dedi berharap agar ekosistem pertambangan di Jawa Barat bisa menjadi lebih sehat, berkelanjutan, dan bermanfaat bagi generasi mendatang.
Baca juga: Prabowo Subianto Jadi Kontroversi dalam Kunjungan ke China
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: