Timnas Inggris baru saja resmi memperpanjang kontrak Thomas Tuchel hingga tahun 2028. Keputusan ini muncul di tengah sorotan terkait kinerja tim menjelang Piala Dunia 2026.
Baca juga: Sidang Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) menegaskan bahwa perpanjangan kontrak ini tidak dipengaruhi oleh berita seputar potensi kepindahan Tuchel ke Manchester United.
Mengapa Perpanjangan Kontrak Ini Diperlukan
Thomas Tuchel, saat ini manajer timnas Inggris, menandatangani kesepakatan baru yang berlanjut hingga tahun 2028. Sebelumnya, kontrak Tuchel dijadwalkan berakhir setelah Piala Dunia 2026 di mana Inggris berharap untuk tampil maksimal.
Perpanjangan kontrak ini dipandang strategis dan mencerminkan keyakinan FA pada kemampuannya untuk mengelola tim. Meski beberapa kritik muncul, FA berargumen bahwa keputusan ini memberikan kepastian bagi tim dalam persiapan jangka panjang.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru, Isu Kebebasan Sipil di Indonesia
Kritik dan Kontroversi Menyusul Keputusan
Segera setelah pengumuman perpanjangan kontrak Tuchel, berbagai kritik mulai bermunculan. Banyak yang berpendapat bahwa FA sebaiknya menunggu hingga Piala Dunia 2026 untuk menilai kinerja Tuchel dalam kompetisi nyata sebelum mengambil keputusan besar seperti ini.
Beberapa pengamat sepakbola mengekspresikan kekhawatiran bahwa langkah ini dapat mengganggu fokus tim, terutama ketika menjelang turnamen akbar di mana performa menjadi sangat penting.
Pernyataan Resmi dari FA
Mark Bullingham, CEO FA, mengungkapkan bahwa perpanjangan ini merupakan langkah yang telah dipikirkan dengan matang. Ia menyatakan, 'Kami menunjuknya dengan pandangan bahwa dia akan menjadi pelatih kami untuk 2028.'
Selain itu, Bullingham menambahkan, 'Saya rasa itu tidak realistis,' mengisyaratkan bahwa FA telah mempertimbangkan semua aspek dalam keputusan ini, terlepas dari desas-desus mengenai Manchester United.
Baca juga: Manchester United dan Manchester City Mengincar Kiper Baru Menjelang Penutupan Bursa Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: