Jumat, 13 FEBRUARI 2026 • 13:29 WIB

Prabowo Respons Tuduhan Penggunaan Anggaran untuk Program Makan Bergizi Gratis

Author

Prabowo Respons Tuduhan Penggunaan Anggaran untuk Program Makan Bergizi Gratis

Presiden Prabowo Subianto menanggapi tuduhan tentang penggunaan anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dianggap tidak transparan. Ia menegaskan bahwa dana program ini berasal dari efisiensi anggaran, bukannya dari APBN.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens, Akhiri Pencarian Emiliano Martinez

Dalam acara peresmian Sumber Pangan Polri di Jakarta Barat, Prabowo menyampaikan pentingnya MBG untuk menangani stunting dan meningkatkan kecerdasan anak-anak Indonesia.

Penghematan Anggaran dan Sumber Dana MBG

Prabowo menjelaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis sepenuhnya dibiayai oleh penghematan anggaran yang dilakukan oleh timnya. "Uang ini adalah hasil penghematan, hasil efisiensi dari anggaran yang saya dan tim saya yakin, kalau tidak kita hemat, uang ini akan dimakan oleh korupsi," ujarnya.

Ia memberikan contoh bagaimana langkah efisiensi dilakukan, seperti pengurangan rapat-rapat yang tidak relevan dan seminar yang tidak memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Prabowo menekankan bahwa langkah-langkah ini sangat penting untuk mengalihkan dana ke program-program vital seperti MBG.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer Liga Inggris

Tanggapan Terhadap Kritik dan Ejekan

Di tengah berbagai kritik yang menghampirinya, Prabowo mengungkapkan rasa kecewa terhadap ejekan dari kalangan terpelajar. "Bahkan yang banyak mengejek adalah orang-orang yang terdidik, profesor-profesor terkenal, mengejek dan menghina saya," ujarnya.

Meskipun mendapatkan tantangan tersebut, Prabowo bersikeras untuk terus menjalankan program MBG. Ia menekankan betapa pentingnya program itu dalam meningkatkan gizi dan kesehatan anak-anak Indonesia, terutama terkait masalah stunting yang serius.

Pentingnya Program MBG bagi Pembangunan Nasional

Prabowo menegaskan bahwa keberadaan program MBG adalah krusial untuk mengatasi masalah kemiskinan medis di Indonesia. Ia mengungkapkan, "Stunting juga bagian dari pemiskinan," menunjukkan dampak jangka panjang dari kekurangan gizi pada perkembangan anak-anak.

Ia percaya bahwa meskipun tantangan dan kritik ada, langkah yang diambil pemerintah melalui MBG merupakan pilihan yang benar dan sangat mendesak bagi masa depan bangsa.

Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU