Jumat, 13 FEBRUARI 2026 • 10:34 WIB

Kepanikan di Timur Tengah: AS Siapkan Kapal Induk Menyusul Ketegangan dengan Iran

Author

Kepanikan di Timur Tengah: AS Siapkan Kapal Induk Menyusul Ketegangan dengan Iran

Departemen Pertahanan Amerika Serikat baru saja memberikan instruksi untuk mengerahkan kapal induk kedua ke Timur Tengah menghadapi ancaman dari Iran.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Langkah ini diambil di tengah situasi yang semakin memanas saat negosiasi terkait program nuklir Iran berjalan dengan tidak menentu.

Pengiriman Kapal Induk dalam Penelitian

Kapal induk USS George H.W. Bush saat ini sedang menjalani latihan akhir di lepas pantai Virginia dan bisa mempercepat persiapannya jika diberikan perintah untuk bergerak.

Sementara itu, USS Abraham Lincoln telah berada di Laut Arab untuk memperkuat kehadiran militer AS di wilayah tersebut. Seorang pejabat menegaskan bahwa pengerahan kapal induk kedua bisa berlangsung dalam hitungan jam.

US juga mengerahkan tambahan kapal perang dan sistem pertahanan udara untuk memperkuat posisinya di Timur Tengah.

Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana

Pernyataan dari Presiden Trump

Dalam konferensi pers terbaru, Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa pengiriman kapal induk tambahan sedang dipertimbangkan dan menyebutkan, 'Kita memiliki armada yang sedang menuju ke sana dan armada lainnya mungkin akan menyusul.'

Pernyataan ini menunjukkan kebijakan AS yang akan lebih tegas jika negosiasi dengan Iran tidak membuahkan hasil.

Trump dengan jelas mengindikasikan pentingnya menjaga kepentingan AS di kawasan Timur Tengah yang sarat dengan ketegangan ini.

Negosiasi yang Masih Bergoyang

Sementara itu, upaya untuk menjalin kembali negosiasi dengan Iran masih berlangsung, meskipun rincian lebih lanjut masih belum tertuang jelas.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan hak negaranya untuk memperkaya uranium, mengingat situasi yang belum stabil.

Ia juga memberikan peringatan bahwa setiap serangan baru yang dilancarkan oleh AS akan berujung pada pembalasan terhadap pangkalan militer AS di kawasan tersebut.

Baca juga: Google Respon Terkait Masalah Keamanan Gmail dan Aktivitas Phishing

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU