Kamis, 12 FEBRUARI 2026 • 20:11 WIB

Pemulihan Pascabencana di Sumatera Hampir Rampung, Menurut Mendagri

Author

Pemulihan Pascabencana di Sumatera Hampir Rampung, Menurut Mendagri

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menginformasikan bahwa proses pemulihan setelah bencana di Sumatera sudah mencapai hampir 70 persen.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Diplomasi Dalam 8 Jam

Dari 52 kabupaten dan kota yang terdampak, 37 di antaranya telah kembali ke kondisi normal dalam waktu sekitar dua bulan.

Laporan Progres Pemulihan

Dalam konferensi pers di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, pada 11 Februari 2026, Tito mengungkapkan bahwa, "Ada yang sudah kembali normal itu dari 52 itu ada 37. Jadi kalau kita persentasekan ya, lebih kurang hampir 70 persen kabupaten/kota dari 52 kabupaten/kota itu sudah kembali normal dalam waktu sekitar 2 bulan."

Empat kabupaten yaitu Lima Puluh Kota dan Pasaman Barat di Sumatera Barat, Tapanuli Selatan di Sumatera Utara, serta Nagan Raya di Aceh, sudah mendekati kondisi normal.

Namun, ada 11 kabupaten yang masih memerlukan perhatian khusus dalam proses pemulihan, termasuk Kabupaten Padang Pariaman dan Agam di Sumatera Barat, serta beberapa kabupaten lainnya di Aceh.

Baca juga: Polisi Tangkap Direktur Eksekutif Lokataru Foundation karena Diduga Provokasi Anarkis

Fokus Kegiatan Satuan Tugas

Tito mengungkapkan bahwa Satuan Tugas tengah melakukan berbagai pekerjaan penting, termasuk pembersihan lumpur yang tersisa pascabencana.

Perbaikan fasilitas kesehatan dan pendidikan menjadi salah satu prioritas, untuk mendukung proses belajar mengajar serta pemulihan sarana ibadah yang terdampak.

Selain itu, pemulihan akses jalan darat dan infrastruktur lainnya juga menjadi perhatian, seperti jalan nasional, provinsi, dan jembatan yang mengalami kerusakan.

Sektor Ekonomi dan Kebutuhan Dasar

Tito menekankan pentingnya memulihkan kondisi ekonomi masyarakat, dengan fokus pada kebangkitan sektor ekonomi lokal, seperti pasar, kafe, warung, dan hotel.

"Kemudian juga ekonomi harus dibangkitkan, mulai pasar, kemudian kafe, warung, UMKM, kedai, kemudian juga hotel di beberapa tempat," ujarnya.

Dia juga menyoroti bagaimana memenuhi kebutuhan dasar sangat penting, termasuk penyediaan listrik, bahan bakar, sarana komunikasi, internet, dan air minum, sebagai indikator keberhasilan pemulihan.

Baca juga: Google Respon Terkait Masalah Keamanan Gmail dan Aktivitas Phishing

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU