Situs streaming anime ilegal, AnimePlay, resmi menghentikan seluruh operasionalnya mulai 10 Februari 2026. Pengumuman ini disampaikan melalui media resmi mereka yang menyertakan permintaan maaf kepada penggunanya.
Baca juga: Mengapa Self Love Penting untuk Hubungan Sehat
Penutupan AnimePlay mengguncang banyak penggemar, sebab platform ini dikenal sebagai salah satu yang terlengkap dan paling mudah diakses bagi para pencinta anime.
Latar Belakang Penutupan AnimePlay
AnimePlay dihentikan operasionalnya seiring dengan penegakan hukum terkait hak cipta yang semakin ketat di seluruh dunia. Dalam pernyataan resmi mereka, situs tersebut mengungkapkan, "Kami menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pengguna setia AnimePlay. Dengan berat hati, kami informasikan bahwa AnimePlay resmi berhenti beroperasi mulai hari ini (10 Februari)."
Sebelum AnimePlay, banyak situs pembajakan lainnya seperti Mangamura dan AnimeFenix juga harus tutup karena meningkatnya tekanan hukum. Penutupan ini menunjukkan bahwa tindakan tegas terhadap pembajakan makin diperkuat di berbagai negara.
Baca juga: Rumor iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Siapakah yang Akan Mengadaptasi eSIM?
Reaksi Pengguna AnimePlay
Keputusan AnimePlay untuk tutup membuat banyak penggunanya merasa kehilangan. Salah seorang pengguna berkomentar, "Padahal cuma di sini yang semua season Gintama lengkap. APK lain gak lengkap, ada gak ya yang sebagus AnimePlay," yang mencerminkan seberapa pentingnya platform ini bagi komunitas penggemar anime.
Selain itu, ada yang mengatakan, "Bukan masalah gak ada duit dan ada duit, tapi anime lawas itu lengkap di AP." Ini menunjukkan AnimePlay memiliki tempat istimewa di hati para penggunanya karena menyediakan akses yang mudah ke koleksi anime yang komprehensif.
Situasi Global dan Dampak Pembajakan
Penutupan AnimePlay menjadi bagian dari inisiatif global untuk memberantas pembajakan di industri kreatif, terutama anime dan manga. Sesuai laporan Badan Urusan Kebudayaan Jepang, industri anime mengalami kerugian tahunan sekitar Rp 2,1 triliun akibat pembajakan.
Selain itu, pemerintah Jepang dan Amerika Serikat juga aktif berupaya menanggulangi masalah pembajakan dengan melibatkan hak cipta dari berbagai platform streaming resmi seperti Disney+, Crunchyroll, dan Netflix.
Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: