Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional tetap terjamin, meskipun saat ini ada laporan kekosongan stok di SPBU Shell.
Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae Terkait Kematian Pengemudi Ojol
Bahlil menambahkan bahwa semua jenis bahan bakar dapat diakses tanpa kendala melalui saluran bisnis ke bisnis.
Kondisi Stok BBM di SPBU Shell
Kelangkaan BBM di jaringan SPBU Shell mulai terlihat sejak awal tahun 2026. Produk unggulan seperti Shell Super hanya tersedia di Jawa Timur dan kosong di wilayah Jabodetabek.
Selain itu, produk Shell V-Power juga dilaporkan tidak tersedia di seluruh jaringan SPBU Shell. Hal ini terjadi akibat belum terbitnya izin impor yang sedang dievaluasi oleh Kementerian ESDM.
Baca juga: Polisi Tangkap Direktur Eksekutif Lokataru Foundation karena Diduga Provokasi Anarkis
Proses Administrasi Izin Impor
Dalam pernyataan resminya, Bahlil menyatakan akan meninjau kembali proses administrasi pengeluaran izin impor untuk Shell. Ia menambahkan, "Nanti coba saya cek ya," yang menunjukkan adanya evaluasi mendalam yang dibutuhkan untuk izin ini.
Evaluasi ini dilakukan setelah Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan bahwa Shell terlambat merespons instruksi dari PT Pertamina saat krisis pasokan di kuartal IV tahun 2025.
Izin Impor untuk Penyedia Lain
Sementara itu, pemerintah telah memberikan izin impor kepada penyedia swasta lain seperti BP dan Vivo, yang berlaku selama enam bulan. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjamin pasokan BBM di Indonesia.
Pemerintah berjanji akan terus memantau dinamika konsumsi yang ada sebelum memberi persetujuan untuk volume impor yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Baca juga: Meningkatkan Pengetahuan Finansial Melalui Finfluencer di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: