Dua anggota awak pesawat Smart Air, sebuah pilot dan kopilot, mengalami nasib tragis di Bandara Korowai, Boven Digoel, Papua Selatan. Insiden penembakan terjadi saat mereka berusaha melarikan diri ke hutan setelah pesawat mereka ditembaki oleh pihak tak dikenal.
Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Kapolres Boven Digoel, AKBP Wisnu Perdana, mengonfirmasi bahwa dari 13 penumpang di dalam pesawat, semua berhasil dievakuasi dengan selamat. Penyisiran untuk menemukan pelaku penembakan masih berlangsung hingga saat ini.
Kronologi Insiden Penembakan
Penembakan tragis ini terjadi pada Rabu, 11 Februari 2026, sekitar pukul 13.00 WIT di Bandara Korowai, Kampung Danowage, Distrik Yaniruma. Pesawat Smart Air yang baru saja mendarat dari Tanah Merah tiba-tiba diserang saat dalam proses pendaratan.
Kapolres Wisnu Perdana menyampaikan bahwa pilot dan kopilot berusaha melarikan diri ke hutan untuk menyelamatkan diri. Sementara itu, penumpang lainnya berhasil dievakuasi dengan aman setelah kejadian tersebut.
Baca juga: Kunto Aji Menyuarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Harapan Masyarakat
Respons Pihak Berwenang
Pihak kepolisian setempat segera melakukan penyisiran di lokasi untuk mengidentifikasi pelaku penembakan. Kapolres Wisnu menekankan bahwa pencarian masih berlangsung karena pelaku ditakutkan memiliki keterkaitan dengan kelompok informal di daerah tersebut.
Pada pukul 13.17 WIT, pihak kepolisian menerima kabar duka bahwa pilot dan kopilot dipastikan tewas akibat luka tembak. Kejadian ini menjadi pukulan berat bagi industri penerbangan dan masyarakat setempat.
Dampak Kejadian Terhadap Keamanan di Papua
Kejadian penembakan ini menggarisbawahi kondisi keamanan yang memprihatinkan di provinsi Papua, yang sebelumnya telah mengalami serangkaian insiden serupa. Banyak penduduk lokal kini merasa cemas dan terancam dalam mencari kehidupan yang damai.
Menanggapi insiden ini, pemerintah pusat melalui Kemenko Polkam bersumpah untuk melakukan evaluasi terhadap situasi keamanan. Langkah-langkah strategis diusulkan untuk meningkatkan perlindungan bagi masyarakat serta pelaku usaha di daerah rawan seperti Boven Digoel.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: