Jumat, 06 FEBRUARI 2026 • 10:40 WIB

Di Balik Roda: Ressa Rizky Rossano Menjadi Sopir untuk Neneknya

Author

Di Balik Roda: Ressa Rizky Rossano Menjadi Sopir untuk Neneknya

Ressa Rizky Rossano, putra penyanyi Denada, berbagi cerita tentang pengalamannya menjadi sopir neneknya, mendiang Emilia Contessa. Momen ini menyimpan banyak emosi, terutama saat ia menyadari identitasnya sebagai cucu dari sang nenek.

Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024

Walaupun menyedihkan, Ressa harus tetap fokus untuk menyelesaikan pekerjaannya demi membayar cicilan mobil. Gaji yang diterima sebagai sopir pun tidak banyak, hanya Rp 2 juta per bulan.

Pengalaman yang Tak Terlupakan

Dalam wawancara di acara Pagi Pagi Ambyar, Ressa menceritakan bagaimana ia menerima pekerjaan sebagai sopir neneknya. 'Sudah tahu (Emilia neneknya), hancur pasti,' ungkapnya, menggambarkan perasaannya yang campur aduk.

Keputusan Ressa untuk bekerja pada neneknya diambil karena kondisi keuangan yang mendesak. 'Tapi karena Ressa harus membayar cicilan (mobil) juga, jadi Ressa fokus ke sana aja, kerja aja,' tambahnya, menunjukkan bahwa ia memiliki tanggung jawab finansial yang harus dihadapi.

Saat itu, Emilia mencalonkan diri sebagai anggota Dewan, ini adalah momen yang signifikan dan juga menjadi dasar bagi Ressa untuk mendapatkan gaji. Menurut Ronald Armada, kakak ipar Ressa, gaji yang diterima adalah sebagai bentuk dukungan untuk menjadikan Ressa lebih bertanggung jawab.

Baca juga: Rumor iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Siapakah yang Akan Mengadaptasi eSIM?

Pendidikan Lewat Pekerjaan

Enrico Tambunan, adik Denada, menjelaskan bahwa mempekerjakan Ressa tidak berarti mengeksploitasi tenaga kerja. 'Dia mau mengajarkan kepada anaknya, cucu-cucunya, keponakan-keponakannya, untuk rajin bekerja,' tegas Enrico.

Emilia dikenal dengan semangatnya dalam mengajarkan nilai kerja keras kepada keluarganya. 'Tujuannya supaya 'hei, enak kan kalau dapat upah, makanya kerja lebih rajin,' imbuh Enrico, menjelaskan filosofi di balik keputusan neneknya.

Keluarganya menjelaskan bahwa niat baik Emilia kerap disalahpahami oleh publik, terutama kini setelah ia tiada. 'Secara tulus, itu adalah niat baik mama saya, tidak ada dia berniat jahat sama keluarga besarnya,' jelas Enrico, menyoroti pentingnya memahami konteks di balik tindakan tersebut.

Refleksi Masa Depan Ressa

Seiring berjalannya waktu, Ressa menyadari bahwa setiap pengalaman yang dilalui adalah bagian dari proses pembelajaran. Ia menegaskan bahwa meskipun gaji yang diterima kecil, hal tersebut bukan penghalang untuk terus berusaha.

Ressa berharap, pengalaman yang didapatnya dari neneknya kelak bisa membawanya menuju masa depan yang lebih baik. 'Yang dia mau adalah ngajakin keluarganya kerja kecil-kecilan, sedikit-sedikit, sehingga mendapatkan gaji,' kata Enrico, merangkum harapan tersebut.

Situasi ini menggambarkan pentingnya akuntabilitas dan kerja keras, bahkan dalam pekerjaan kecil. Ressa dan keluarganya percaya bahwa setiap langkah kecil akan berkontribusi terhadap sesuatu yang lebih besar di masa mendatang.

Baca juga: Manchester United dan Manchester City Mengincar Kiper Baru Menjelang Penutupan Bursa Transfer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU