Kamis, 05 FEBRUARI 2026 • 19:44 WIB

Klaim Kontroversial: Jeffrey Epstein Diduga Terlibat dalam Intelijen Israel

Author

Klaim Kontroversial: Jeffrey Epstein Diduga Terlibat dalam Intelijen Israel

Informan rahasia dari FBI mengklaim bahwa Jeffrey Epstein, pelaku kejahatan seks, mungkin berfungsi sebagai mata-mata untuk Israel. Klaim ini muncul dari dokumen yang dirilis oleh Kementerian Kehakiman Amerika Serikat baru-baru ini.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Diplomasi Dalam 8 Jam

Dalam dokumen tersebut, informan menyatakan keyakinan bahwa Epstein telah direkrut oleh Mossad, badan intelijen Israel, untuk menjalankan misi tertentu yang terkait dengan kegiatan intelijen.

Klaim Informan dan Bukti yang Diberikan

Dalam dokumen yang dirilis, informan yang dikenal sebagai sumber informasi rahasia (CHS) menyampaikan keyakinannya bahwa Epstein terlibat dalam kegiatan intelijen untuk Israel. Sumber tersebut mengungkapkan, 'CHS menjadi yakin bahwa Epstein merupakan agen badan intelijen Israel, Mossad yang direkrut.'

Informasi ini beredar dalam konteks hubungan internasional yang rumit di mana Israel terlibat langsung. Selain itu, CHS juga merekam percakapan antara Epstein dan pengacara ternamanya, Alan Dershowitz, yang kemudian dihubungi oleh Mossad untuk evaluasi lebih lanjut.

Baca juga: Olah TKP Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni, Polisi Kembalikan Beberapa Barang

Hubungan Epstein dengan Elit Politik dan Keuangan

Sumber informasi mengungkapkan bahwa dalam percakapan tersebut, Dershowitz mengungkapkan keinginannya untuk menjadi agen intelijen Israel jika ia masih muda. Hal ini menimbulkan spekulasi tentang keterlibatan mereka dengan agen-agen intelijen.

Dokumen tersebut mencatat bahwa Dershowitz pernah menyampaikan kepada Jaksa AS Distrik Selatan Florida, Alex Acosta, bahwa Epstein memiliki hubungan dekat dengan badan intelijen Amerika Serikat dan sekutunya. Selain itu, Epstein juga dilaporkan memiliki kedekatan dengan mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak.

Kontroversi seputar Kasus Epstein

Kasus Epstein menarik perhatian banyak pihak setelah kematiannya di tahun 2019, ketika ia ditemukan meninggal di sel tahanan di New York. Sebelumnya, ia tengah menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seks.

Sejak tahun 2008, Epstein telah mengaku bersalah di pengadilan Florida terkait perekrutan anak di bawah umur untuk prostitusi, namun menerima hukuman ringan yang menimbulkan kritik. Kesepakatan hukuman tersebut dikenal sebagai 'kesepakatan istimewa'.

Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU