Kamis, 05 FEBRUARI 2026 • 15:00 WIB

Moya: Inovasi Robot Humanoid dengan Kemampuan Meniru Manusia

Author

Moya: Inovasi Robot Humanoid dengan Kemampuan Meniru Manusia

Moya, robot humanoid terbaru dari China, menawarkan terobosan dalam teknologi robotik dengan kemampuan meniru gerakan manusia secara akurat. Proyek ambisius ini ditujukan untuk mengisi kekosongan di sektor perawatan dan pendidikan.

Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Dengan harga sekitar Rp133 juta, robot ini diciptakan untuk menghadirkan interaksi lebih manusiawi, termasuk suhu tubuh yang dirancang mirip manusia dan akurasi postur hingga 92 persen. Kehadirannya menantang masyarakat untuk beradaptasi dengan kehadiran kecerdasan buatan dalam bentuk fisik.

Desain dan Fitur Inovatif Moya

Moya, diluncurkan oleh perusahaan DroidUp di Shanghai, memiliki desain yang humanis, jauh dari kesan kaku robot industri. Laporan dari South China Morning Post menyebut Moya sebagai embodied artificial intelligence, sistem yang bisa berinteraksi langsung dengan dunia fisik.

Robot ini dapat melakukan kontak mata, mengangguk, dan menunjukkan ekspresi wajah mikro yang halus. Tujuan desainnya adalah untuk menghindari fenomena 'Uncanny Valley', yaitu perasaan tidak nyaman ketika manusia melihat makhluk artifisial yang hampir mirip dengan manusia.

Desain realistis ini diharapkan mampu menjembatani hubungan antara manusia dan robot, terutama dalam konteks layanan sosial dan kesehatan.

Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024

Spesifikasi dan Kemampuan Moya

Dengan tinggi 1,65 meter dan berat 32 kilogram, Moya dirancang untuk memiliki suhu tubuh antara 32 hingga 36 derajat Celsius. Fitur ini tambahan ini diharapkan dapat menciptakan rasa aman dalam interaksi fisik, khususnya di sektor layanan kesehatan.

Akurasi postur berjalan yang mencapai 92 persen menunjukkan betapa seriusnya DroidUp dalam memastikan stabilitas dan gerakan yang natural. Hal ini penting agar Moya dapat beroperasi tanpa menciptakan ketidaknyamanan atau ancaman bagi pengguna.

Desain modular Moya juga memberikan fleksibilitas untuk penyesuaian estetika. Hal ini memungkinkan penampilan robot dapat disesuaikan dengan preferensi budaya atau kebutuhan tertentu dari berbagai instansi.

Tantangan Penerimaan Masyarakat dan Masa Depan Robotika

Moya ditargetkan sebagai asisten di sektor kesehatan, pendidikan, dan berbagai bidang komersial lainnya, dengan peluncuran ditargetkan pada akhir 2026. Dengan harga yang ditawarkan sebesar 1,2 juta Yen Jepang atau sekitar Rp133.200.000, biaya ini dinilai kompetitif dibandingkan biaya operasional jangka panjang di sektor jasa.

Namun, tantangan terbesar Moya adalah penerimaan publik. Media sosial di China menunjukkan reaksi yang beragam, dari rasa kagum terhadap kemajuan teknologi hingga ketidaknyamanan dengan konsep makhluk logam yang mirip manusia.

Kehadiran Moya menciptakan peluang sekaligus ujian bagi manusia untuk mampu berinteraksi dengan kecerdasan buatan yang memiliki penampilan fisik menyerupai manusia, mengarahkan masa depan robotika kepada interaksi yang lebih empatik dan mendalam.

Baca juga: Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU