PT Vopak Terminal Merak memastikan bahwa tidak terjadi kebocoran di area pabriknya setelah asap oranye pekat muncul pada Sabtu, 31 Januari 2026. Perusahaan mengkonfirmasi bahwa peristiwa ini disebabkan oleh reaksi kimia saat proses pembersihan.
Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024
Customer Service Senior Officer PT Vopak, Lubis Mukhron Hakim, menjelaskan bahwa asap tersebut merupakan hasil dari campuran asam nitrat, base oil pelumas, dan air yang memicu reaksi eksotermik.
Penyebab dan Proses Terjadinya Asap
Dalam penjelasan lebih lanjut, Hakim mengungkapkan bahwa percampuran asam nitrat dengan base oil pelumas di fasilitas penyimpanan memicu munculnya uap berwarna oranye. 'Adanya reaksi eksotermik kemudian menghasilkan uap oranye yang itu berlangsung 5-10 menit,' jelasnya.
Setelah asap terlihat, tim tanggap darurat langsung menghentikan seluruh proses pembersihan. Tindakan ini diambil untuk menghindari dampak lebih lanjut terhadap kesehatan masyarakat.
Walaupun tidak terjadi kebocoran, munculnya asap ini tetap mengganggu lingkungan sekitar pabrik dan menjadi perhatian serius bagi warga Cilegon.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Sehari Sebelum Aksi
Dampak Kesehatan Terhadap Masyarakat
Hakim mengakui bahwa meskipun kebocoran tak ada, asap yang terlepas dari pabrik memberikan dampak kesehatan bagi penduduk. Banyak warga melaporkan mengalami sesak napas setelah terpapar uap tersebut.
Menurut sumber lain, kemungkinan ada reaksi antara material sisa dengan bahan lain di fasilitas yang menyebabkan uap mencolok tersebut. Hakim menjelaskan, 'Nah, material ini yang kita bersihkan rupanya bereaksi dengan material sisa yang ada di situ.'
Khawatir akan efek jangka panjang, sangat penting bagi perusahaan untuk menerapkan langkah pencegahan dan monitoring yang ketat dalam operasional pabrik.
Respons Pihak Perusahaan dan Masyarakat
PT Vopak berkomitmen untuk memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat mengenai insiden ini. Perusahaan mengimbau warga agar tidak panik dan tetap waspada terhadap informasi yang beredar.
Hakim juga meminta masyarakat untuk menjaga komunikasi dengan pihak perusahaan, mengikuti arahan yang diberikan terkait kesehatan dan keselamatan.
Dalam situasi ini, pihak berwenang diharapkan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keamanan di pabrik-pabrik kimia untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.
Baca juga: Calvin Verdonk Hampir Bergabung dengan Lille, Klub Terkenal Prancis yang Penuh Talenta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: