Rabu, 04 FEBRUARI 2026 • 13:40 WIB

Sam Altman Ungkap Emosi Saat Luncurkan Fitur Koding Otomatis Berbasis AI

Author

Sam Altman Ungkap Emosi Saat Luncurkan Fitur Koding Otomatis Berbasis AI

Sam Altman, CEO OpenAI, baru-baru ini mengungkapkan rasa sedih dan nostalgia saat meluncurkan fitur koding otomatis berbasis Codex. Hal ini ia sampaikan melalui cuitan di media sosial pada 3 Februari 2026.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens, Akhiri Pencarian Emiliano Martinez

Altman mengkhawatirkan relevansi manusia di dunia yang semakin didominasi oleh kecerdasan buatan, terutama saat alat ini tampak menghasilkan ide-ide lebih baik daripada pemikirannya sendiri.

Dampak Codex Terhadap Developer

Codex, sebuah agen kecerdasan buatan dari OpenAI, dirancang untuk membantu developer menulis kode, memperbaiki bug, dan menjawab pertanyaan terkait basis kode. Sam Altman melihat bahwa alat ini dapat menciptakan fitur-fitur yang berpotensi lebih baik daripada hasil karya manusia.

Ia mengungkapkan perasaannya dengan mengatakan, "Saya yakin kita akan menemukan cara yang jauh lebih baik dan lebih menarik untuk menghabiskan waktu kita," menandakan optimisme sekaligus keraguan terhadap masa depan pekerjaan manusia.

Perasaan nostalgia ini muncul di tengah perkembangan teknologi yang pesat, dalam konteks singularitas yang dapat mengubah paradigma kerja di dunia coding.

Baca juga: Olah TKP Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni, Polisi Kembalikan Beberapa Barang

Reaksi Pengguna Media Sosial

Cuitan Altman segera menarik perhatian publik dan mendapatkan berbagai respons. Beberapa pengguna media sosial menunjukkan kekhawatiran atas kemungkinan hilangnya pekerjaan akibat otomatisasi oleh menulis AI.

"Semoga cepat sembuh," tulis salah satu pengguna, mencerminkan reaksi satir terhadap crucial changes dalam industri.

Seorang insinyur dari OpenSea, turut berkomentar, "Saya rasa Anda bisa menangis di atas tumpukan uang yang besar, sementara saya akan mengobrol dengan bot percakapan selama sisa karierku," menandakan kepahitan yang dirasakan beberapa profesional di bidang ini.

Perselisihan Seputar Model Kecerdasan Buatan

Sementara respons positif tak kalah banyak, banyak pengguna juga mengeluhkan perubahan yang dilakukan OpenAI terkait dukungan model kecerdasan buatan. Terutama, rencana untuk menghentikan dukungan model chatbot tertentu menuai kritik.

Chrisy Toombs, seorang blogger kuliner, mengemukakan pendapatnya: "Semua itu karena Anda melatih model Anda tanpa persetujuan siapa pun," menunjukkan ketidakpuasan yang meluas atas penyalahgunaan konten oleh AI.

Keluhan ini menyoroti rasa tidak puas yang signifikan terhadap arah pengembangan teknologi AI yang dianggap berpotensi mengancam karir manusia di masa mendatang.

Baca juga: Kampus Unisba dan Unpas Bantah Keberadaan TNI-Polri Selama Kericuhan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU