Aktivitas influenza di Amerika Serikat terus melonjak, dengan infeksi virus influenza B menjadi perhatian utama. Kasus ini terutama meningkat pada anak-anak berusia 5 hingga 17 tahun, menandakan adanya tren yang mengkhawatirkan.
Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024
Menurut data terbaru, CDC melaporkan bahwa meskipun ada kenaikan, aktivitas influenza tipe A cenderung stabil. Namun, para ahli memperingatkan bahwa situasi ini perlu diwaspadai, terutama menjelang musim dingin.
Kenaikan Kasus Influenza B
Dokter Caitlin Rivers, seorang epidemiolog, menjelaskan bahwa 'Kami melihat puncak kedua, atau lonjakan ulang kasus flu.' Lonjakan ini bertepatan dengan datangnya musim dingin di sebagian wilayah AS, yang diyakini memicu peningkatan jumlah kasus.
Data dari CDC menunjukkan adanya peningkatan kasus influenza tipe B meskipun hanya kurang dari satu poin persentase dibandingkan pekan sebelumnya. Dengan situasi ini, aktivitas flu tipe A tetap stabil, tetapi pola lonjakan serupa terlihat pada tahun lalu saat kasus flu awalnya menurun sebelum kembali meningkat.
Baca juga: Komnas HAM Temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Perbandingan Influenza A dan B
Influenza B berbeda kelompok virusnya dibandingkan influenza A. Artinya, seseorang dapat terinfeksi kembali jika terjatuh pada strain berbeda meskipun sebelumnya telah mengalami penyakit flu.
Vaksin flu untuk tahun ini dirancang untuk melawan dua strain influenza A dan satu strain influenza B. Tujuan utama vaksin ini adalah mengurangi risiko gejala berat serta rawat inap akibat infeksi.
Statistik dan Dampak Kesehatan
Sampai pekan tanggal 24 Januari, sekitar 87 persen kasus flu di AS disebabkan oleh influenza tipe A, sedangkan 13 persen oleh tipe B. CDC mencatat adanya beban influenza tinggi di banyak negara bagian, dengan 29 negara bagian melaporkan aktivitas flu yang tinggi atau sangat tinggi.
Dampak dari lonjakan ini juga merugikan anak-anak, dengan total kematian akibat flu pada anak mencapai 52 kasus di musim ini. Flu tetap menjadi infeksi pernapasan yang paling dominan, meskipun COVID-19 dan RSV juga menunjukkan peningkatan.
Baca juga: Kunto Aji Menyuarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Harapan Masyarakat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: