Rabu, 04 FEBRUARI 2026 • 12:06 WIB

Pemakaman Meriyati Hoegeng, Legasi Seorang Tokoh yang Menginspirasi

Author

Pemakaman Meriyati Hoegeng, Legasi Seorang Tokoh yang Menginspirasi

Jenazah Meriyati Hoegeng telah tiba di Taman Pemakaman Giritama, Bogor, pada Rabu siang, dan prosesi pemakamannya dimulai dengan penuh penghormatan.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru, Isu Kebebasan Sipil di Indonesia

Beliau, istri eks Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, meninggal dunia pada usia 100 tahun akibat sakit, meninggalkan jejak yang mendalam di hati keluarga dan masyarakat.

Detail Pemakaman dan Kehadiran Para Pejabat

Prosesi pemakaman Meriyati Hoegeng dimulai dengan penjemputan jenazah yang diangkut menggunakan mobil ambulans polisi, diiringi anggota Polri menuju lokasi pemakaman.

Setibanya di Taman Pemakaman Giritama, sesaat sebelum pemakaman dilaksanakan, pihak kepolisian memimpin upacara penghormatan yang memperlihatkan rasa hormat kepada almarhumah.

Kehadiran pejabat tinggi seperti Kapolri Jenderal Listyo Sigit dan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menambahkan suasana khidmat dalam prosesi pemakaman ini.

Baca juga: Kerusuhan Pecah di Bandung, Gas Air Mata Diluncurkan oleh Aparat

Pesan Duka dan Antusiasme Masyarakat

Kabar duka tentang kehilangan Meriyati Hoegeng menyebar dengan cepat di kalangan media dan publik, menandakan besarnya pengaruh sosok beliau di masyarakat.

Beliau meninggal dunia pada pukul 13.24 WIB, dan banyak yang hadir untuk memberikan penghormatan terakhir, menunjukkan kedekatan Meriyati dengan berbagai lapisan masyarakat.

Suasana pemakaman diliputi rasa haru dan penuh penghormatan, mencerminkan sosok yang telah banyak memberikan kontribusi kepada publik.

Legasi dan Kenangan yang Ditinggalkan

Sebagai istri dari Jenderal Hoegeng Iman Santoso, Meriyati dikenal luas dan dihormati oleh banyak kalangan, terutama dalam kegiatan yang melibatkan kepolisian.

Perannya dalam berbagai kegiatan sosial memperkuat kedudukan perempuan dalam institusi negara, dan telah menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Kehidupan Meriyati tidak hanya diingat oleh keluarga, tetapi juga oleh teman-teman dan mereka yang pernah terlibat dalam aktivitas bersama, menjaga ingatannya tetap hidup.

Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU