Denada mengonfirmasi statusnya sebagai ibu dari Ressa Rizky dalam sebuah video emosional di media sosial. Ia meminta maaf atas ketidakhadirannya di kehidupan Ressa sejak bayi.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Diplomasi Dalam 8 Jam
Pengakuan ini datang setelah munculnya isu penelantaran anak yang menyeret namanya ke ranah hukum, membuat publik semakin tertarik dengan latar belakang anaknya.
Pengakuan Denada dan Permohonan Maaf
Dalam video yang diunggah di Instagram, Denada mengungkapkan, "Saya Denada Tambunan menyatakan bahwa Ressa Rosano adalah anak kandung saya. Dan saya betul-betul minta maaf kepada Ressa karena Ressa tidak hidup bersama saya dari mulai dia masih bayi."
Pernyataan Denada ini mengungkapkan perasaannya yang dalam atas keadaan yang memisahkan mereka. Ia menekankan bahwa tidak ada kesempatan untuk bersatu dengan Ressa sejak ia lahir.
Video ini tidak hanya memberikan kejelasan, tetapi juga menunjukkan sisi emosional Denada sebagai seorang ibu yang merindukan anaknya.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Tantang Alcaraz
Reaksi Publik dan Tanggapan Netizen
Setelah video tersebut dipublikasikan, netizen memberikan berbagai reaksi di media sosial. Beberapa mendukung Denada dan menunjukkan empati terhadap situasi yang dihadapinya.
Namun, tak sedikit pula yang berupaya mengaitkan cerita ini dengan spekulasi lain yang berkembang di kalangan publik. Isu penelantaran yang muncul sempat menjadi bahan pembicaraan hangat.
Di akhir video, Denada menambahkan pesan penuh harapan untuk Ressa dengan emoji hati, menunjukkan keinginannya untuk memperbaiki hubungan mereka.
Isu Adjie Pangestu yang Terseret
Munculnya pengakuan Denada juga mengaitkan nama Adjie Pangestu, yang diduga sebagai ayah kandung Ressa. Spekulasi ini memicu banyak diskusi di media sosial.
Dalam memberikan klarifikasi, Adjie Pangestu menyatakan, "Lewat teman-teman semua mungkin gue hanya bisa bilang gue nggak ada hubungan sama Denada," saat diwawancarai di Tangerang.
Ia juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap penafsiran publik yang sering kali didasarkan pada asumsi tidak berdasar. Adjie menegaskan, "Kita harus mengerti kalau netizen itu seperti itu. Ada cocoklogi, tiba-tiba foto gue diambil dari Google."
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: