Standar sukses yang ditetapkan media sosial seringkali tidak mencerminkan kehidupan sehari-hari. Hal ini menimbulkan tekanan sosial yang tidak seimbang bagi banyak individu di era digital ini.
Baca juga: Polisi Tangkap ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Dengan media sosial yang menjadi alat komunikasi utama, banyak orang merasa tertekan untuk mencapai metrik yang belum tentu relevan dengan kebahagiaan mereka. Perdebatan mengenai dampak kesuksesan virtual terhadap kesehatan mental semakin mendominasi.
Standar Keberhasilan di Media Sosial
Media sosial telah menetapkan berbagai indikator keberhasilan seperti jumlah pengikut, likes, dan shares. Meskipun terlihat menarik, metrik ini sering kali tidak menggambarkan kualitas relasi sosial yang sebenarnya.
Hasil survei menunjukkan bahwa banyak pengguna mengalami perasaan tidak bahagia saat membandingkan diri dengan kehidupan orang lain secara online. Ini disebabkan oleh adanya kesenjangan antara penampilan virtual yang glamor dan kenyataan yang sesungguhnya.
Banyak individu berusaha menciptakan citra ideal dengan mengedit foto dan menyusun konten dengan hati-hati. Akibatnya, ekspektasi yang tidak realistis terhadap diri sendiri dan orang lain sering kali terbentuk.
Baca juga: Kerusuhan Pecah di Bandung, Gas Air Mata Diluncurkan oleh Aparat
Dampak terhadap Kesehatan Mental
Kecenderungan untuk dibandingkan dengan standar virtual dapat berpengaruh negatif terhadap kesehatan mental, termasuk munculnya gejala depresi dan kecemasan. Penelitian menetapkan bahwa pengguna media sosial yang aktif cenderung mengalami tingkat stres yang lebih tinggi.
Beberapa pakar kesehatan mental memperingatkan bahwa tekanan untuk memenuhi ekspektasi media sosial dapat mengakibatkan rendah diri. Fokus individu sering beralih dari pencapaian di dunia nyata ke apa yang terlihat di dunia maya.
Seorang psikolog menegaskan, "Media sosial menampilkan versi kehidupan yang disunting, dan sering kali penonton lupa bahwa di balik layar terdapat perjuangan tersembunyi."
Mencari Keseimbangan antara Dunia Maya dan Nyata
Masyarakat perlu diedukasi mengenai pentingnya memisahkan kesuksesan yang dicapai di dunia maya dan di dunia nyata. Kesehatan mental yang baik membutuhkan keseimbangan, jauh dari standar yang tidak realistis.
Komunitas serta pembuat konten kini berusaha untuk meningkatkan kesadaran tentang isu ini, dengan mempromosikan konten yang lebih autentik dan mendukung. Hal ini mencerminkan adanya nilai atas keanekaragaman pengalaman manusia.
Berbagai kampanye dukungan sedang mendorong individu untuk lebih terbuka mengenai perjuangan mereka yang nyata, dengan tujuan menciptakan narasi yang lebih komprehensif dan realistis tentang kehidupan.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Dimulai
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: