Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bagaimana hujan yang mengguyur kota setiap kali membuatnya gelisah, terutama karena risiko banjir yang mengintai. Di tengah hujan deras, ia lebih memilih untuk memantau langsung penanganan banjir dari timnya.
Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dalam acara Indonesia Economic Summit, Pramono menuturkan kekhawatirannya tentang dampak hujan yang terus menerus, terutama ketika melihat kondisi terbaru di Jakarta yang kerap dilanda banjir.
Kekhawatiran Terhadap Banjir
Pramono Anung menegaskan bahwa setiap hujan menjadi perhatian serius baginya sebagai pemimpin. Ia lebih memilih untuk tetap terjaga dan mengawasi kerja jajaran pemerintah yang bertanggung jawab atas penanganan bencana ini.
"Sebagai pemerintah, setiap hujan, saya tidak bisa tidur. Sebelum hujan, saya bisa tidur dengan baik," katakannya di acara resmi di Jakarta.
Diskusi tentang langkah-langkah yang perlu diambil untuk menangani masalah banjir juga sering dilakukan Pramono bersama istrinya. Ia terus-menerus memantau perkembangan situasi di lapangan, hari demi hari.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa bagi Polisi yang Terluka
Titik Berat Banjir di Jakarta
Salah satu area yang mendapatkan perhatian khusus dari Pramono adalah Daan Mogot, Jakarta Barat. Ia menyatakan bahwa komunikasi langsung dengan Dinas Bina Marga tengah dilakukan untuk mencari solusi jangka panjang untuk masalah banjir di tempat tersebut.
"Kalau tidak, itu pasti akan banjir terus," tambahnya, menyoroti pentingnya perencanaan infrastruktur untuk mencegah genangan air.
Pramono juga menekankan perlunya pembangunan flyover di area tersebut, yang diharapkan dapat membantu mengurangi dampak buruk banjir di Daan Mogot.
Penyebab Banjir di Jakarta
Pramono menjelaskan beberapa faktor penyebab banjir yang melanda Jakarta. Ia mengungkap bahwa elevasi permukaan air di Sungai Mookervart lebih tinggi dibandingkan permukaan jalan sekitar.
"Karena apa? Permukaan Sungai Mookervart itu sudah di atas jalan. Sehingga dengan demikian hari ini saja nggak hujan, paling hujan sampai dengan 100 mili sudah ke jalan," jelasnya.
Hal ini menunjukkan betapa krisis situasi yang dihadapi Jakarta, terutama di musim hujan. Pemerintah terus berupaya melakukan antisipasi untuk mencegah bencana banjir yang lebih parah di masa mendatang.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Insiden Perampokan Rumah Uya Kuya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: