Senin, 02 FEBRUARI 2026 • 22:16 WIB

Operasi Pencarian Korban Longsor Bandung Barat Memasuki Hari ke-10 dengan 83 Jenazah Dievakuasi

Author

Operasi Pencarian Korban Longsor Bandung Barat Memasuki Hari ke-10 dengan 83 Jenazah Dievakuasi

Tim SAR gabungan terus melanjutkan pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, hingga kini telah berhasil mengevakuasi total 83 kantung jenazah.

Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024

Pada hari ke-10 operasi pencarian ini, tim berhasil mengevakuasi tujuh kantung jenazah baru, melibatkan ribuan personel dan berbagai alat berat.

Rincian Operasi Pencarian

Respons pencarian yang dilakukan Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menegaskan bahwa keselamatan personel adalah prioritas utama dalam misi ini. 'Memasuki hari ke-10, kegiatan pencarian dan evakuasi terus dilaksanakan dengan fokus utama keselamatan personel,' ujarnya.

Tim telah menemukan tujuh kantung jenazah yang ditemukan di beberapa titik berbeda, menunjukkan bukti efektivitas strategi yang diterapkan. 'Jumlah bodypack yang ditemukan memang melebihi daftar pencarian,' tambah Ade, menjelaskan satu korban ditemukan dalam lebih dari satu bodypack.

Baca juga: Komnas HAM Temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Proses Identifikasi Korban

Hingga sore hari pada 2 Februari 2026, proses identifikasi oleh Disaster Victim Identification (DVI) telah memperlihatkan hasil yang signifikan. Dari 63 bodypack yang diperiksa, 61 di antaranya telah teridentifikasi.

Pengidentifikasian berlangsung menegangkan dengan hasil 45 dari 80 korban yang dilaporkan warga telah teridentifikasi. Namun, Ade mengungkapkan terdapat 14 korban yang tidak terdaftar dalam pencarian, yang diduga anggota Marinir, serta dua lainnya dari luar daerah.

Prosedur Evakuasi dan Keselamatan

Dalam operasi ini, tim SAR tetap mengedepankan kehati-hatian dalam proses evakuasi akibat medan yang berbahaya dan kondisi cuaca yang tidak menentu. Prosedur penanganan jenazah yang ketat diterapkan untuk mencegah resiko kesehatan.

Kepala Kantor SAR juga menjelaskan, penggunaan alat pelindung diri (APD) wajib bagi semua petugas. 'Seluruh petugas wajib menggunakan hazmat, masker, dan sarung tangan panjang,' ujarnya, menekankan pentingnya langkah pencegahan terkait kondisi jenazah yang sudah mengalami dekomposisi.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Tindakan Massa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU