Dalam rapat di DPR, guru honorer Indah Permata Sari menyampaikan keluhannya mengenai kesejahteraan yang minim. Momen ini menggambarkan tantangan yang dihadapi oleh banyak guru honorer di Indonesia.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens, Akhiri Pencarian Emiliano Martinez
Kejadian yang berlangsung di ruang rapat Badan Legislasi (Baleg) DPR ini memperlihatkan betapa para pendidik merasa terpinggirkan dan terancam karena sulitnya akses informasi dan administrasi.
Pengalaman Indah Permata Sari di DPR
Indah Permata Sari, seorang guru honorer dari SDN Wanasari 01 Cibitung, menghadiri rapat yang diselenggarakan oleh Baleg DPR. Dalam kesempatan tersebut, ia berbagi cerita tentang kendala yang dihadapinya terkait data administrasi yang tidak akurat.
Ia menceritakan bahwa namanya tercatat di data yang salah, yaitu di nomor 265, padahal ia sudah memenuhi semua syarat untuk bekerja. Ketua Baleg DPR, Bob Hasan, bertanya mengenai data pendidikan yang berasal dari Dapodik, dan Indah menjelaskan, "Dapodik, Pak," yang menjadi salah satu hambatan dalam pendaftaran sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K).
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer Liga Inggris
Sulitnya Akses Informasi
Indah mengungkapkan perlunya perhatian terhadap masalah keterbatasan informasi yang dihadapi oleh guru honorer. Ia menilai bahwa ketidakterdata dalam Dapodik sangat menyulitkan para guru untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai pendaftaran P3K.
"Susah sekali, Pak, kadang informasi yang turun dari dinas ke sekolah tidak menyeluruh, Pak, jadinya kita ketinggalan info," ujarnya, menyoroti kurangnya transparansi dalam komunikasi antara pihak-pihak terkait.
Kesejahteraan dan Harapan Guru Honorer
Indah juga mencurahkan perasaannya mengenai dampak kesejahteraan yang rendah terhadap kehidupannya. Ia mengungkapkan beban emosional ketika harus membagi waktu antara mengajar dan menjadi pengantar laundry, menambah kesedihan terhadap kondisi yang ada.
"Karena saya juga, seperti yang tadi bapak bilang, pulang mengajar jadi antar jemput laundry, Pak," sambil menangis, ia memohon perhatian lebih dari pemerintah dan masyarakat terhadap nasib para guru honorer yang kerap terabaikan.
Baca juga: Meningkatkan Pengetahuan Finansial Melalui Finfluencer di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: