Presiden Joko Widodo menyampaikan kesiapannya untuk menghadapi tuduhan ijazah palsu di pengadilan. Ia menegaskan bahwa ia ingin membuktikan keaslian ijazah sarjananya dengan cara hukum yang jelas.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Diplomasi Dalam 8 Jam
Meskipun terbuka untuk memaafkan, Jokowi menggarisbawahi pentingnya proses hukum agar semua pihak bisa mendapatkan kejelasan terkait isu yang beredar.
Pernyataan Jokowi di Solo
Dalam sebuah pernyataan yang diadakan di Solo, Jawa Tengah, Jokowi menjelaskan pentingnya memisahkan urusan pribadi dan hukum. "Pintu maaf selalu terbuka, tapi sekali lagi urusan maaf-memaafkan itu urusan pribadi ke pribadi," imbuhnya.
Ia menunjukkan komitmen untuk menyelesaikan dugaan ijazah palsu dengan menekankan bahwa proses hukum yang berjalan di Polda Metro Jaya perlu dihormati.
Baca juga: Kunto Aji Menyuarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Harapan Masyarakat
Proses Hukum di Polda Metro Jaya
Jokowi melanjutkan bahwa tuduhan tersebut harus dibuktikan secara sah dalam proses hukum. "Artinya urusan pribadi ya urusan pribadi, maaf-memaafkan, tetapi urusan hukum ya urusan hukum," jelasnya.
Ia percaya bahwa jalur hukum ini akan memberikan kesempatan baginya untuk menyampaikan bukti-bukti yang membantah semua tuduhan tersebut.
Harapan untuk Penyelesaian di Meja Hijau
Menekankan pentingnya pengadilan, Jokowi menyatakan bahwa forum tersebut adalah tempat resmi untuk membahas kasus ijazah ini. "Kalau tidak, saya tidak punya forum untuk menyampaikan bukti mengenai kasus ijazah ini," tegasnya.
Ia berharap, melalui proses hukum ini, masyarakat bisa mendapatkan kejelasan mengenai isu yang beredar di publik.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Dimulai
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: