Senin, 02 FEBRUARI 2026 • 17:37 WIB

Penurunan Harga Emas Rontok 3,15 Persen di Pasar New York

Author

Penurunan Harga Emas Rontok 3,15 Persen di Pasar New York

Harga emas mengalami penurunan yang signifikan pada penutupan perdagangan di New York, mencapai 3,15 persen atau sekitar 163,65 poin. Kini, harga emas berada pada level USD 4.730,58 per troy ounce, sebuah indikator menjamurnya perubahan pasar.

Baca juga: Sidang Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Data dari Bloomberg menunjukkan fluktuasi harga sehari-hari emas berkisar antara USD 4.586,44 hingga USD 4.885,01 per troy ounce. Pembukaan harga emas sebelumnya berada di angka USD 4.790,13 per troy ounce.

Faktor Penyebab Penurunan Harga Emas

Penurunan harga emas ini diyakini sebagai koreksi setelah beberapa tahun mengalami kenaikan yang pesat. Hal ini terjadi seiring dengan banyaknya pembelian emas oleh bank sentral yang mencari alternatif dari dolar AS.

Para investor global beralih berinvestasi lebih banyak pada emas sebagai aset aman ketika nilai mata uang mulai melemah. Perkembangan ini mendorong investor untuk mengevaluasi kembali strategi investasi mereka dalam menghadapi penurunan harga.

Aktivitas spekulatif yang menguat dari China juga ikut berkontribusi terhadap reli harga emas, namun saat ini pasar mulai menunjukkan tanda stabilisasi untuk konsolidasi yang lebih baik.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Tindakan Massa

Pengaruh Geopolitik terhadap Harga Emas

Dalam konteks ini, perhatian terhadap independensi The Federal Reserve (The Fed) serta konfrontasi geopolitik, seperti yang terjadi di Venezuela dan Iran, berperan penting dalam memengaruhi harga emas. Ketidakpastian global ini seringkali membuat emas dipandang sebagai simbol perlindungan dari mata uang AS.

Jay Hatfield, Kepala Investasi di hedge fund Infrastructure Capital Advisors, menjelaskan, 'Sekitar tiga atau empat minggu lalu kami telah mengidentifikasi bahwa ini berubah menjadi perdagangan momentum, bukan perdagangan fundamental.'

Ketidakpastian ini memicu kebangkitan minat investor yang mencari alternatif aman, melalui logam mulia, sehingga menciptakan demam atas pembelian yang substansial.

Permintaan dan Aktivitas di Pasar Perak

Di sisi lain, pasar perak tampak mengalami pergerakan harga yang jauh lebih dinamis dibandingkan emas. Dengan volume tahunan mencapai USD 98 miliar, pasar perak menunjukkan scale yang jauh lebih kecil dibandingkan pasar emas yang bernilai USD 787 miliar.

Pada hari Jumat, iShares Silver Trust, dana yang diperdagangkan di bursa dan didukung oleh perak, mencatatkan volume perdagangan yang sangat tinggi, melebihi USD 40 miliar dan menggambarkan antusiasme investor di pasar ini.

Sperzel dari Heraeus menambahkan, 'Untuk ukuran batangan tertentu, stok sudah habis terjual beberapa minggu sebelumnya, namun orang-orang tetap membelinya.'

Baca juga: Transfer Mengejutkan: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU