Senin, 02 FEBRUARI 2026 • 17:00 WIB

Prabowo Tekankan Pentingnya Sejarah bagi Para Pemimpin Indonesia

Author

Prabowo Tekankan Pentingnya Sejarah bagi Para Pemimpin Indonesia

Presiden Prabowo Subianto menekankan betapa pentingnya pemahaman sejarah bagi pemimpin Indonesia dalam menghadapi beragam tantangan. Pernyataan ini disampaikan saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) antara Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor.

Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025

Dalam pidatonya, Prabowo mengingatkan bahwa pemimpin harus memiliki komitmen untuk memahami harapan rakyat akan kehidupan yang damai dan harmonis. Ia mencatat keraguan terhadap keberadaan Indonesia sebagai negara kesatuan yang beragam.

Kepemimpinan Berbasis Sejarah

Dalam pidatonya, Prabowo menjelaskan bahwa kepemimpinan harus berakar pada pemahaman sejarah sebagai landasan dalam mengabdi kepada rakyat. Ia mengingatkan para pemimpin di berbagai tingkat untuk memahami peran dan tanggung jawab mereka dalam menjaga persatuan bangsa.

Prabowo mencatat bahwa keraguan mengenai Indonesia sebagai negara kesatuan muncul dari banyaknya perbedaan etnis, ras, agama, dan bahasa. Namun, ia menekankan bahwa realitas menunjukkan Indonesia tetap eksis sebagai negara yang utuh.

Ia juga menyatakan, 'Banyak yang mengatakan Indonesia tidak mungkin, an impossible nation,' yang menunjukkan kebutuhan untuk menyatukan berbagai kelompok etnis dan budaya di dalam satu visi.

Baca juga: Manchester United dan Manchester City Mengincar Kiper Baru Menjelang Penutupan Bursa Transfer

Harapan Rakyat Terhadap Pemimpin

Prabowo menyoroti harapan rakyat yang menginginkan pemimpin adil yang bekerja demi kepentingan umum, bukan untuk segelintir kelompok saja. Pemimpin harus memiliki integritas dan dapat diandalkan agar rakyat merasa terwakili.

Ia menegaskan bahwa rakyat mendambakan kehidupan damai dan harmonis, serta berharap pemimpin menyadari tanggung jawab mereka untuk memenuhi harapan tersebut.

Prabowo mengingatkan, 'Mereka yang melupakan sejarah akan dihukum oleh sejarah,' yang menunjukkan pentingnya belajar dari pengalaman masa lalu dalam kepemimpinan.

Dinamika Global dan Tanggung Jawab Negara

Dalam pembahasan tentang dinamika global, Prabowo mencermati kontradiksi yang banyak terjadi di negara-negara besar yang mengklaim mengusung nilai demokrasi dan hak asasi manusia. Dia mencatat banyak tragedi kemanusiaan yang terjadi tanpa ada tindakan nyata dari negara-negara tersebut.

Dengan tegas, ia mengungkapkan, 'Puluhan ribu wanita, orang tua, anak-anak tidak berdosa dibantai,' yang memperlihatkan kritik terhadap ketidakberdayaan negara dalam merespons krisis tersebut.

Prabowo menekankan bahwa para pemimpin di Indonesia harus peka terhadap situasi global dan tidak boleh mengabaikan dinamika yang terjadi. Ia mengingatkan bahwa sejarah harus dijadikan pelajaran untuk menjaga stabilitas dalam negeri.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Insiden Perampokan Rumah Uya Kuya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU