Kecanduan judi online telah menjadi isu serius di Indonesia yang menimpa banyak orang dan keluarganya. Erwin, seorang mantan penjudi, berbagi kisahnya melewati delapan tahun perjuangan melawan kecanduan ini dan harapannya untuk beranjak dari masa gelapnya.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dalam acara di Jakarta, Erwin mengungkapkan bahwa keinginan untuk memulihkan kerugian adalah penghalang terbesar bagi orang-orang yang terjebak dalam dunia perjudian. Dia menekankan pentingnya menerima kenyataan untuk bisa keluar dari lengkungan judi online yang seringkali dianggap menguntungkan.
Dampak Kecanduan Judi Online
Kecanduan judi online, sering disebut sebagai 'judol', berdampak besar secara psikologis pada korban. Banyak individu merasa terjebak dalam siklus kekalahan dan terus berupaya untuk memulihkan kerugian mereka melalui perjudian lebih lanjut.
Erwin mencatat, 'Saya jujur 2-3 tahun terakhir susah untuk berhenti itu karena masih ada ambisi untuk mengembalikan kekalahan ini.' Pernyataan ini mencerminkan tekanan yang dialami oleh banyak orang yang terjebak dalam tindakan merugikan ini.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Tantang Alcaraz
Peran Keluarga dan Kebijakan Pemerintah
Mengatasi kecanduan judi online membutuhkan dukungan dari keluarga dan masyarakat. Dea Rachman, Plt Kepala Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BLSDM Komdigi), menegaskan pentingnya peran keluarga dalam mendukung individu yang terjerat judi.
Dia juga mengatakan, 'Jangan tambahkan lagi dengan stres, melainkan berikan pengertian.' Pendekatan empatik sangat diperlukan untuk membantu mereka yang berjuang melawan kecanduan ini.
Kampanye Edukasi dan Kesadaran
Gopay telah meluncurkan kampanye 'Judi Pasti Rugi' dalam upaya meningkatkan kesadaran tentang risiko judi online. Hal ini menjangkau 66 kota di Indonesia dan bertujuan memberikan edukasi melalui pengalaman nyata pelaku.
Kelvin Timotius, Head of Gopay, mengingatkan, 'Sebenarnya ya, cara yang paling bagus adalah berhenti.' Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya kesadaran diri dari para penjudi untuk tidak terjerat lebih lanjut dalam lingkaran perjudian yang merugikan.
Baca juga: Polisi Tangkap ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: