Kamis, 29 JANUARI 2026 • 16:26 WIB

Kapal Terjebak: Mengapa Muara Angke Penuh Sesak?

Author

Kapal Terjebak: Mengapa Muara Angke Penuh Sesak?

Kepala Unit Pengelola Pelabuhan Perikanan Muara Angke mengungkapkan bahwa akhir tahun lalu hingga awal tahun ini, sejumlah kapal terpaksa mengantre berhari-hari. Cuaca ekstrem menjadi salah satu penyebab utama terjadinya penumpukan ini, menyulitkan aktivitas berlayar.

Baca juga: Rumor iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Siapakah yang Akan Mengadaptasi eSIM?

Dalam situasi ini, banyak kapal tidak dapat bersandar tepat waktu dan harus menunggu dalam kondisi pendock-an yang sempit. Hal ini tentunya membawa dampak bagi aktivitas para nelayan yang tidak bisa melakukan bongkar muat dengan efisien.

Faktor Penyebab Kepadatan

Kepala UP3 Muara Angke, Mahad, menjelaskan bahwa selain cuaca buruk, masalah administratif juga jadi penyebab. Beberapa kapal belum melengkapi dokumen yang diwajibkan untuk berlayar.

Pengisian perbekalan juga terdampak, karena posisi kapal-kapal yang saling berdekatan membuat akses menjadi sulit. "Kondisi ini juga menyulitkan kapal-kapal yang dokumennya telah lengkap untuk berangkat," ungkap Mahad.

Beliau juga menekankan bahwa kolam labuh yang penuh mengakibatkan kesulitan dalam pengaturan lalu lintas kapal. "Bagi kami sulit dalam membantu olah gerak kapal karena tidak ada space (ruang) sama sekali," tambahnya.

Baca juga: Transfer Mengejutkan: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool

Dampak pada Aktivitas Nelayan

Kepadatan kapal di Muara Angke sangat berdampak pada aktifitas nelayan. Banyak dari mereka terpaksa menunggu berhari-hari untuk menyelesaikan proses bongkar muat.

Kontrol jarak antar kapal menjadi sangat ketat, sampai-sampai para nelayan harus berteriak untuk menghindari benturan antara kapal mereka. Situasi ini jelas sangat merugikan bagi mereka yang bergantung pada waktu untuk menghasilkan pendapatan.

James Wiling, salah satu pemilik kapal, mengungkapkan kesulitannya. "Kepadatan ini membuat proses bongkar muat kapal miliknya sulit dilakukan dan memakan waktu hingga dua hari," ujarnya.

Langkah-Langkah Perbaikan

Menanggapi permasalahan ini, Mahad menyarankan agar ada penambahan fasilitas di kolam labuh. Ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas daya tampung pelabuhan.

Pihaknya juga merencanakan penerapan rekomendasi dari Panduan Rancang Kota terkait zona pelabuhan. Penambahan dermaga tambat labuh serta pengerukan kolam labuh akan dilakukan.

Mahad menghimbau agar masalah ini mendapatkan perhatian serius dari pihak-pihak terkait. Aktivitas pelabuhan yang lebih efisien sangat penting demi kepentingan ekonomi yang lebih besar.

Baca juga: Tips Membuat Kamar Kecil Menjadi Nyaman dan Menyenangkan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU