Kanselir Jerman Friedrich Merz baru-baru ini menegaskan bahwa rejim Iran kini berada dalam fase kritis dan hanya tinggal menghitung hari menjelang keruntuhan. Pernyataan ini datang bersamaan dengan ancaman serangan militer dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait tindakan represif terhadap demonstran di Iran.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Merz, dalam konferensi persnya, mengungkapkan kekhawatirannya tentang nasib rezim yang mengandalkan kekerasan untuk bertahan. Dia menegaskan bahwa legitimasi pemerintah Iran sudah tidak ada lagi, terutama setelah laporan tentang jatuhnya banyak korban jiwa dalam demonstrasi.
Pernyataan Friedrich Merz
Dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Rumania Ilie Bolojan, Merz menyatakan, "Rezim yang hanya dapat mempertahankan kekuasaan melalui kekerasan dan teror terhadap penduduknya sendiri: hari-harinya sudah dihitung." Ini menunjukkan kepastian Merz bahwa waktu untuk rezim Iran semakin menipis.
Melanjutkan pernyataannya, Merz juga menambahkan, "Mungkin hanya beberapa minggu lagi, tetapi rezim ini tidak memiliki legitimasi untuk memerintah negara," yang menyiratkan bahwa situasi di Iran sangat tidak stabil.
Ia menggambarkan situasi saat ini yang dipenuhi dengan demonstrasi besar-besaran dan kekhawatiran akan kekerasan yang menyertainya. Merz merujuk pada aksi protes yang baru-baru ini terjadi dengan banyaknya laporan korban jiwa.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Tantang Alcaraz
Data Korban yang Mengkhawatirkan
Menurut Human Rights Activists News Agency (HRANA), lebih dari 6.200 kematian telah diverifikasi dalam gelombang demonstrasi antipemerintah sejak akhir Desember. Ini adalah angka yang sangat memprihatinkan dan menunjukkan krisis yang sedang berlangsung.
Para aktivis menambahkan bahwa jumlah korban sebenarnya masih bisa lebih tinggi karena pemadaman internet yang menghambat konfirmasi informasi. Merz mencatat, "Jumlah korban tewas yang dilaporkan mencapai ribuan selama demonstrasi baru-baru ini menunjukkan bahwa rezim mullah tampaknya hanya dapat mempertahankan kekuasaan melalui teror semata."
Kondisi ini semakin memicu perhatian dunia, menyoroti bahwa situasi di lapangan terus berubah dan semakin badap. Ketidakpuasan publik semakin meningkat, mengancam stabilitas rezim yang sedang berkuasa.
Dukungan Terhadap Tekanan Internasional
Kanselir Jerman juga menyatakan dukungannya terhadap inisiatif dari Italia dan negara-negara Eropa lainnya yang berusaha menetapkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai organisasi teroris. Hal ini mencerminkan komitmen Jerman untuk mengatasi masalah kemanusiaan di Iran.
"Saya sangat menyesal bahwa masih ada satu atau dua negara di Uni Eropa yang belum siap untuk mendukung penetapan tersebut," ujar Merz, yang menunjukkan bahwa dukungan internasional memang masih perlu dikuatkan.
Di sisi lain, Presiden Trump meningkatkan tekanannya lagi dengan menyatakan, "waktu hampir habis bagi Iran untuk menghindari intervensi militer AS." Ini menunjukkan bahwa ketegangan antara Iran dan negara-negara barat semakin memuncak.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Dimulai
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: