Rabu, 28 JANUARI 2026 • 15:32 WIB

Risiko Baru Kendaraan Listrik di Indonesia: Temuan KNKT

Author

Risiko Baru Kendaraan Listrik di Indonesia: Temuan KNKT

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) baru saja mengungkap risiko keselamatan yang perlu diperhatikan terkait penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Penemuan ini menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami berbagai masalah yang muncul seiring dengan adopsi kendaraan listrik yang semakin meningkat.

Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Tantang Alcaraz

Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, menggarisbawahi bahwa teknologi kendaraan listrik masih tergolong baru di dalam negeri. Ini berarti bahwa investigasi harus dilakukan dengan pendekatan yang berbeda dari kendaraan konvensional.

Temuan Awal dari Investigasi KNKT

Dalam rangka mengidentifikasi isu-isu yang ada, KNKT sedang menginvestigasi dua kasus kendaraan listrik. Namun, sejauh ini, penyebab teknis hanya dapat dipastikan untuk satu kasus saja.

Soerjanto mengungkapkan, "Untuk kendaraan listrik ini memang ada beberapa hal yang baru bagi kita, dan terus terang kami juga sedang belajar melakukan investigasi kendaraan listrik dan dibantu oleh tenaga ahli yang memahami masalah kendaraan listrik."

Baca juga: Polisi Tangkap ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Korsleting Listrik sebagai Ancaman Serius

Salah satu insiden yang diteliti oleh KNKT awalnya diperkirakan sebagai kebakaran, tetapi setelah diselidiki, ternyata merupakan korsleting listrik. Asap tebal yang dihasilkan disebabkan oleh sistem pengkabelan yang mengalami pergeseran dan bersentuhan dengan bodi kendaraan.

"Yang terjadi bukan kebakaran, tapi korsleting yang mengeluarkan asap cukup banyak. Penyebabnya karena wiring system bergeser ke badan kendaraan, lama-lama kabelnya terkelupas dan terjadi arus pendek," jelas Soerjanto.

Masalah pada Sistem Baterai 12 Volt

KNKT juga memberikan perhatian pada sistem kelistrikan tegangan rendah, khususnya baterai 12 volt. Gangguan pada sistem ini bisa membuat pintu kendaraan tidak bisa dibuka, bahkan dalam situasi darurat.

"Kalau baterai 12 volt-nya bermasalah atau low voltage-nya bermasalah, pintu tidak bisa dibuka. Ini menjadi concern kami, karena dalam kondisi darurat pintu seharusnya tetap bisa dibuka," ungkap Soerjanto. Temuan ini mendorong rekomendasi untuk perubahan desain keselamatan agar akses evakuasi tetap tersedia.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Sehari Sebelum Aksi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU