Daya ingat manusiadibagi menjadi dua jenis utama, yakni jangka pendek dan jangka panjang, yang keduanya memiliki cara kerja berbeda. Memahami fungsi keduanya sangat penting dalam meningkatkan kemampuan belajar serta mengingat informasi.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat
Keduanya memang saling berhubungan, tetapi cara masing-masing dalam menyimpan dan mengambil informasi sangat mempengaruhi keputusan yang kita ambil saat belajar.
Daya Ingat Jangka Pendek
Daya ingat jangka pendek, sering disebut sebagai memori kerja, berperan penting dalam menyimpan informasi untuk jangka waktu singkat. Rata-rata, informasi ini dapat bertahan dari beberapa detik hingga maksimal beberapa menit.
Contohnya, menghafal nomor telepon yang baru saja didengar memerlukan perhatian penuh agar informasi tersebut dapat diingat beberapa saat. Ini mencerminkan kebutuhan untuk fokus dalam proses penyimpanan.
Namun, daya ingat jangka pendek memiliki batasan kapasitas. Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata orang dapat menyimpan sekitar tujuh item informasi sekaligus, membuatnya sulit untuk mengingat lebih dari itu.
Daya Ingat Jangka Panjang
Sementara itu, daya ingat jangka panjang berfungsi untuk menyimpan informasi seumur hidup. Proses yang terlibat dalam penyimpanan informasi jangka panjang melalui pengulangan dan pemahaman mendalam.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor Setelah Pencabutan Instruksi WFH
Misalnya, mengenang ulang tahun atau peristiwa penting di hidup seseorang merupakan contoh bagaimana memori jangka panjang bekerja. Memori ini cenderung lebih stabil dan mudah diakses jika proses encoding dilakukan dengan baik.
Pengolahan informasi dalam memori jangka panjang melibatkan beberapa tahapan, mulai dari akuisisi hingga pengambilan kembali. Seiring waktu, pengalaman hidup kita membuat memori jangka panjang menjadi semakin kaya dan kompleks.
Faktor yang Mempengaruhi Daya Ingat
Berbagai faktor memengaruhi daya ingat, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Konsentrasi, emosi, dan latihan mental merupakan beberapa faktor utama yang berperan.
Ketika seseorang memiliki keterlibatan emosional dengan informasi tertentu, peluang untuk mengingat informasi tersebut meningkat. Ini menunjukkan bahwa emosi dapat memperkaya proses penyimpanan ingatan.
Selain itu, latihan rutin seperti membaca, belajar, dan berdiskusi berfungsi untuk meningkatkan kapasitas daya ingat. Hal ini sangat penting, terutama dalam masyarakat yang terus mengalami perkembangan.
Terakhir, menjaga kesehatan fisik dan mental melalui tidur yang cukup, pola makan sehat, dan kegiatan fisik juga sangat mendukung kemampuan kita dalam menyimpan dan mengambil informasi.
Baca juga: Tips Membuat Kamar Kecil Menjadi Nyaman dan Menyenangkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: