Rusia dan China, sekutu dekat Iran, kini intens memantau situasi di negara itu setelah Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan pengiriman kapal induk ke Timur Tengah.
Baca juga: Kampus Unisba dan Unpas Bantah Keberadaan TNI-Polri Selama Kericuhan
Kehadiran armada militer AS di dekat Iran memicu kekhawatiran bagi kedua negara, sehingga mereka berupaya mengevaluasi kondisi keamanan yang berkembang.
Pembicaraan Strategis antara Rusia dan China
Menteri Pertahanan Rusia, Andrei Belousov, telah melakukan pembicaraan dengan Menteri Pertahanan China, Dong Jun, mengenai perkembangan situasi di Iran.
Belousov menegaskan perlunya 'terus menganalisis situasi keamanan dan mengambil tindakan yang tepat' dalam menghadapi ketegangan yang meningkat.
Sementara itu, Dong menekankan bahwa China bersedia bekerja sama dengan Rusia untuk menghadapi 'risiko dan tantangan' yang dihadapi kedua negara.
Baca juga: Calvin Verdonk Hampir Bergabung dengan Lille, Klub Terkenal Prancis yang Penuh Talenta
Hubungan Erat Rusia dan China dengan Iran
Rusia dan China memiliki kerja sama yang erat dalam isu keamanan dan komersial, dengan Iran sebagai sekutu strategis penting.
Status Iran sebagai negara pemilik kekuatan nuklir menambah kedekatan hubungan antar ketiga negara.
Meskipun demikian, analis kebijakan Ellie Geranmayeh menunjukkan bahwa kemungkinan keterlibatan langsung Beijing dan Moskow dalam konflik jika AS menyerang Iran sangat kecil.
Konfirmasi Trump Mengenai Pengiriman Kapal Induk
Sebelumnya, Donald Trump mengkonfirmasi pengiriman 'armada besar' ke dekat Iran, termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln beserta kelompok tempurnya.
Trump membandingkan pengerahan ini dengan pengiriman aset militer AS ke Venezuela yang berakhir dengan penggulingan Nicolás Maduro, menyatakan, 'Kita memiliki armada besar di dekat Iran. Lebih besar dari Venezuela.'
Pernyataan Trump mencerminkan potensi meningkatnya ketegangan di kawasan, mengingat respon Rusia dan China yang semakin waspada.
Baca juga: Manchester United dan Manchester City Mengincar Kiper Baru Menjelang Penutupan Bursa Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: