TNI Angkatan Laut tengah gencar mencari 19 prajurit yang hilang akibat longsor di Cisarua, Bandung Barat, saat latihan pratugas.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025
Sebanyak 200 personel Marinir dikerahkan, menggunakan teknologi canggih seperti drone thermal dan anjing pelacak untuk mempercepat evakuasi.
Tim Pencarian Melibatkan Berbagai Unsur
Insiden ini terjadi pada 24 Januari 2026, dan sejak saat itu TNI AL telah mengerahkan berbagai unsur untuk memaksimalkan pencarian.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut, Laksamana Pertama Tunggul, mengatakan, "TNI AL bersama unsur-unsur terkait sampai saat ini terus berupaya mengevakuasi korban dengan menerjunkan sebanyak 200 personel Marinir."
Penggunaan teknologi dalam proses pencarian sangat membantu, termasuk drone thermal yang dapat mendeteksi panas tubuh serta anjing pelacak yang efektif mencari jejak di medan yang sulit.
Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana
Proses Pencarian dan Penemuan Korban
Setelah dua hari pencarian, tim berhasil menemukan 4 prajurit dalam keadaan meninggal dunia dari total 23 prajurit yang terdampak musibah.
Upaya pencarian masih berlanjut dengan harapan dapat menemukan sisa prajurit lainnya yang masih hilang. Dalam situasi berbahaya seperti ini, keamanan tim juga menjadi perhatian utama.
Laksamana Pertama Tunggul menegaskan bahwa pencarian akan terus dilakukan sampai semua prajurit ditemukan.
Dukungan untuk Keluarga dan Pengorbanan Prajurit
Dalam pernyataannya, Laksamana Pertama Tunggul juga memberikan perhatian khusus kepada keluarga prajurit yang hilang. "Kami memastikan seluruh hak almarhum dan keluarga akan dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Santunan maupun pendampingan akan terus kami berikan," ujarnya.
Dukungan bagi keluarga merupakan prioritas, terutama dalam kondisi sulit seperti ini. TNI AL berkomitmen untuk memenuhi segala kebutuhan serta hak-hak keluarga yang ditinggalkan.
Musibah ini tidak hanya adalah duka bagi TNI AL, tetapi juga bagi seluruh bangsa, yang mengingat dedikasi prajurit dalam menjalankan tugas mereka.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor Setelah Pencabutan Instruksi WFH
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: